YLKB Minta Terapkan Tarif Progresif

0
502
Pembangkit: PLTU Tanjung Kasam salah satu pembangkit penyuplai daya ke PLN yang ada di Kota Batam. F-dokumen/tanjungpinang pos

PLN Tak Boleh Main Putus ke Penunggak 

BATAM – PLN Batam diminta menerapkan tarif progresif dalam revisi Pergub mendatang. Walau PLN menggunakan sistem blok yang mengarah pada sistem progresif, namun sistem perhitungan tarifnya dinilai tidak sesuai.

Saat pemakaian sudah melebihi batas blok I dan II, secara otomatis tarif tarif blok III diberlakukan. Tarif dibatas blok I dan II akan mengikuti besaran tarif blok III yang lebih mahal.

Ketua YLKB Batam, Fahri mengatakan saat dialog dengan PLN Batam dan Kepala Dinas ESDM Kepri, Amjon, Selasa (25/4) di Batam, meminta harapan itu.

”Minta tarif yang diberlakukan progresif dan bukan tarif tunggal. Yang ada sekarang, lebih mengarah tarif tunggal, walau menggunakan sistem blok,” katanya.

Pernyataan itu disampaikan setelah mendapat penjelasan dari PLN Batam terkait sistem tarif yang dijalankan.

”Kenapa ketika ada kelebihan tarif, maka tarif di golongan I, ikut dihitung dengan hitungan total di kelas II dan III. Seharusnya, PLN menggunakan progresif. Minta di perubahan Pergub, pasal itu diubah,” imbaunya.

Fahri menunjukkan selembar rekening pembayaran listrik. Pada rekening itu tertulis blok I dan II kosong. Semua dikalikan dengan tarif di blok III.

”Kalau lebih dari 60 Kwh langsung dikalikan dengan tarif di blok III. Harusnya kelebihan penggunaan diatas blok II yang dihitung blok III. Kalau penggunaan 160 KWh, maka yang masuk hitungan blok III, 100 KWh saja. 60 KWh dihitung sesuai tarif blok I dan II,” sebutnya.

Hal itu menanggapi jawaban salah seorang perwakilan PLN Batam, Solider Sinaga, yang menyebutkan sistem tarif listrik dengan sistem progresif.

”Bagi pelanggan kita yang berhemat, contohnya dengan pemakaian daya hingga 20 KWh, diberikan tarif 500 per KWh dan masuk blok I. Pemakaian hingga 60 KWh, masuk blok III. Kalau 160 KWh, dikenakan tarif lebih. Kita gunakan sistem blok. Kalau pra bayar, itu sistem single tarif,” imbuhnya Sinaga

Menanggapi itu, Kadis Kadis ESDM Kepri, Amjon meminta PLN Batam, mengubah sistem perhitungan itu bulan depan.

”Tolong untuk tagihan berikutnya gunakan tarif per blok ya,” imbau Amjon.

Namun Solider Sinaga mengingatkan jika sistem perhitungan blok itu, sesuai dengan Pergub. Diakui pihaknya hanya mengikuti Pergub.

”Bukan kami pak. Itu sesuai dengan Pergub. Kami kan posisinya pihak yang menjalankan Pergub,” kata Solider.

Sementara Sekertaris Bright PLN Batam, Samsul Bahri, mengatakan, PLN hanya menjalankan apa yang sudah diputuskan pemerintah.

Dan jika tak ada penyesuaian, maka dipastikan PLN akan merugi. Apa yang menjadi masukan hari itu akan dipertimbangkan. Namun soal perubahan, diserahkan kepada Guberur.

”Kita akan pelajari semuanya. Tapi kalau mengubah besaran tarif, sulit juga. Tabungan kita sudah habis karena merugi terus. Ini kita tidak punya tabungan lagi,” sebut Samsul.

PLN Bright Batam diminta untuk tidak langsung melakukan pemutusan arus listrik ke pelanggan yang telat membayar tagihan.

Diminta ada toleransi satu bulan sebelum pemutusan aliran listrik. ?Alasannya, setiap pelanggan listrik punya uang jaminan di PLN saat pertama kali melakukan sambungan.

Imbauan itu disampaikan Thomas dari YLKB, saat dialog dengan PLN Batam, Rabu (26/4) di Batam.

”Uang jaminan pelanggan ini dikemanakan? Manfaatnya kemana? Apa manfaatnya? Kenapa begitu telat bayar langsung diputus? Kan ada denda,” tegasnya.

Disampaikan, dengan pemberlakuan denda kepada pelanggan yang telat membayar, maka ada toleransi. Sehingga saat telat membayar selama satu sampai dua minggu, listrik tidak langsung diputus aliran listrik. Denda itu disebutkan, menjadi sanksi kepada pelanggan yang telat membayar listrik.

”Jadi jangan langsung main putus aliran listrik. Ada masa toleransi. Jangan hari ini telat, besok langsung diputus,” cetusnya.

Terkait dengan permintaan itu, Sekertaris Bright PLN Batam, Samsul Bahri mengaku akan membahas nanti. Namun disebutkan jika soal sanksi itu sudah ada dalam surat keputusan Direksi PLN.(MARTUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here