Yuk, Melancong ke Jembatan Sungai Carang!

0
1781
OBJEK WISATA BARU: Inilah penampakan jembatan sungai carang di malam hari. f-suhardi/tanjungpinang pos

Jembatan Sungai Carang jadi destinasi wisata baru di Ibu Kota Provinsi Kepri Tanjungpinang. Saat malam hari, pengunjung di jembatan ini jadi ramai karena keindahan jembatan.

SENGGARANG – Tak sedikit pula yang mengeluarkan kamera handphone hingga action kamera untuk memotret jembatan atau hanya untuk sekedar selfie. Bahkan Bupati Bintan saat itu, Ansar Ahmad mengagumi jembatan Sungai Carang dan sekitarnya. Ia sarankan, kalau malam hari di kawasan jembatan Sungai Carang digelar festival kunang-kunang untuk menari wisatawan mancanegara.

Walikota Tanjungpinang H Lis Darmansyah mengatakan jembatan Sungai Carang merupakan sebuah inovasi baru ketika wilayah Senggarang yang dari dulu hingga sekarang sepi dari pengunjung. Kini sudah ramai dikunjungi.

Pemko Tanjungpinang melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Kebersihan dan Pertamanan membuat trobosan baru dengan memasang lampu hias penuh warna mempercantik Jembatan I Sungai Carang.

”Selain sebagai inovasi, juga sebagai wujud memperkenalkan wisata sejarah Istana Kota Rebah, Insya Allah Desember launchingnya,” kata Lis Darmansyah kepada Tanjungpinang Pos, Minggu (26/11).

Lis membeberkan Pemko Tanjungpinang telah membagi tiga zonasi wilayah yang saat ini menjadi sebuah konsentrasi kerjanya agar Tanjungpinang jadi kota berkembang. Zonasi tersebut dibagi atas wilayah Batu 6 hingga menuju Kota Lama Jalan Merdeka. Zonasi Bintan Centre serta Zonasi Sungai Carang menuju kawasan Senggarang.

”Zonasi wilayah ini masing-masing, harus punya identik. Untuk itu, kita buatlah trobosan ini, sebagai sebuah identik atas wilayah suatu wilayah tersebut,” papar Lis.

Ke depan Lis ingin merubah mainset untuk-masyarakat dan wisatawan yang ingin berkunjung ke Ibukota Tanjungpinang. Bahwa, dulu Tanjungpinang hanya dikenal sebagai kota wisata kuliner dan sejarah. Lantas Lis juga sadar dan bertanya, wisata apa yang dapat di banggakan masyarakat Tanjungpinang selain wisata religi Pulau Penyengat.

”Nah kita ingin ke depan, wisata jembatan yang sudah ada ornamen lighting lampu, ini juga menjadi pusat destinasi wisata. Agar siapa yang datang berkunjung, mereka bisa long stay dua atau tiga malam di sini. Karena ragam konsep wisata yang kita sediakan,” jelas Lis.

Disatu sisi, ketika sudah aktif jembatan tersebut baik pagi, siang maupun di malam hari, maka bukan tidak mungkin, dirinya mulai membangun mainset para pengusaha UMKM untuk aktif meramaikan komplek kawasan Komplek Istana Kota Rebah tersebut.

”Setelah launching Desember nanti, kita sudah siapkan pos pengamanan 24 jam. Petugas yang patroli untuk mengawasi aktivitas di sana,” jelas Lis.

Lis juga mengajak masyarakat Tanjungpinang dan Pulau Bintan untuk meramaikan, kawasan tersebut. Saat ini memang menurutnya masih uji coba, ketika sudah resmi dibuka dan di nikmati para pengujung, ia berharap destinasi baru di komplek Istana Kota Rebah tersebut menjadi kebanggan masyarakat Ibukota Kepri pada umumnya. ”Saya mengajak masyarakat untuk datang dan sama-sama menjaga ketertiban di lokasi tersebut,” pesan Lis.

Sebagai informasi, Pemko Tanjungpinang melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman mengangkarkan untuk proyek tersebut lebih kurang Rp 3,5 miliar. Saat ini masih masa uji coba dan pekerjaan pemasangan lampu itu sedang dilakukan dan direncakan selesai pada Desember mendatang.(SUHARDI – ABAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here