Zaman Now, Makanan Kampung Bisa Hasilkan Rp 10 Juta Sebulan

0
452
ELVI Sumarni pengusaha rumah tangga menjelaskan tentang pembuatan crisvia ubi, kepada Ketua Dekranasda Kabupaten Bintan Hj Deby Apri Sujadi, Senin (22/1) kemarin. F-ISTIMEWA/kominfo bintan

Cerita Kesuksesan Elvi Sumarni Pengusaha CRISVIA Singkong

SEILEKOP – Elvi Sumarni pengusaha keripik singkong (ubi) tak menyangka, akan menerima tamu istimewa, Senin (22/1) pagi kemarin. Ia pun bercerita kepada Ketua PKK Bintan Hj Deby Apri Sujadi, keripik ubi yang dahulunya makanan kampung, kini bisa menghasilkan uang Rp 10 juta per bulan.

Warga di Jalan Musi Kampung Purwodadi, RT002/RWIII di Kelurahan Seilekop, Kecamatan Bintan Timur terlihat sunyi, Senin pagi kemarin. Sebagian ada yang keluar rumah untuk mencari nafkah sebagai pedagang, dan beberapa pekerjaan lainnya. Beberapa ibu rumah tangga, ada pula yang pergi ke sekolah untuk menunggu dan menjemput anaknya pulang sekolah.

Namun, Elvi Sumarni hanya berdiam diri di rumahnya. Sambil meracik bumbu dan mengiris singkong, Elvi Sumarni sekali-sekali ke kios tempat usaha industri rumah tangga yang ia jalankan. Ia kaget, ketika satu mobil dinas berhenti. Dari pintu mobil milik pemerintah itu, keluar Deby Apri Sujadi, istri dari bupati sekaligus Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Bintan.

”Wow, ada tamu istimewa,” kata Elvi saat menyambut kedatangan Hj Deby Apri Sujadi.

Elvi Sumarni pun menceritakan kepada Deby Apri Sujadi, bahwa mengelola ubi menjadi keripik adalah jalan hidupnya. Jika sebelumnya ubi dianggap makanan orang kampung, ini sudah zaman ’now’. Ubi sudah bisa diolah menjadi beragam makanan yang justru disukai orang kota, yang notabene hidup modern.

Olahan keripik ubi dari wirausaha Elvi Sumarni terasa gurih. Justru ibu rumah tangga ini menamakannya dengan crisvia. Produknya laku sangat laku di pasaran. Bahkan, wanita 45 tahun itu mampu meraup omzet tak kurang dari Rp 10 juta per bulan, dari berbagai jenis penjualan makanan olahan ubi tersebut.

”Di zaman now, olahan ubi yang dulunya disebut makanan kampung, kini bisa menghasilkan uang Rp 10 juta sebulan,” katanya sambil tertawa kepada Hj Deby Apri Sujadi.

Ketua Dekranasda Bintan Hj Deby Apri Sujadi merasa bangga memiliki warga yang mandiri seperti Elvi Sumarni ini. Meski baru dijalankan tiga tahun, upaya Elvi Sumarni sudah berhasil menjalankan bisnis, yang memberikan penghasilan buat kesejahteraan keluarganya. Meski di awal usaha, Elvi Sumarni baru sebatas menawarkan dan menjual produk buatannya itu kepada tetangga.

”Di era zaman now, wanita itu harus berperan aktif dalam membantu pendapatan ekonomi keluarga. Program Kube (kelompok usaha bersama) sangat bermanfaat bagi para wanita, yang ingin mengembangkan usahanya. Pemkab Bintan punya progam Kube, manfaatkan lah,” harap Deby.

Menurutnya, usaha yang dijalankan itu bisa berupa makanan ringan, program kerajinan tangan seperti sulam, border, maupun aksesori.

”Melalui Dekranasda Bintan, kita selalu memberikan bimbingan dan arahan bagi kaum ibu, untuk mengembangkan usaha kemandirian,” demikian dipaparkan Hj Deby Maryanti. (fre)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here