Zondervan: Sudah Dua Tahun Kelola Parkir di Bandara

0
520
BERFOTO: Pengguna jasa Bandara RHF Tanjungpinang sedang berfoto. f-Andri Dwi S/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Sudah dua tahun terakhir, PT TMB Tanjungpinang mengelola parkir di Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang. Dari kerja sama ini, PT TMB menerima bagi 45 persen dari total pendapatan setelah di potong pajak. Sedangkan PT Angkasa Pura II Cabang Tanjungpinang menerima 55 persen.

Pembangian akan diberikan setiap bulannya atau sesuai dengan penagihan yang di buat. Direktur PT TMB Tanjungpinang, Zondervan menuturkan, jika total pendapatan setahun sekitar Rp 400-500 juta maka di potong pajak sekitar 25 persen. Sisanya baru di bagi ke pihaknya dan PT Angkasa Pura II pengelola Bandara RHF.

Jadi, pihaknya sudah menerima bagi hasil pendapatan parkir yang bersih, penyetoran pajak di lakukan PT Angkasa Pura II. Biasanya pihaknya mengambil bagi hasil setiap bulan atau tiga bulan sekali. ”Semua ini tergantung tagihan kita masuk ke AP II,” sebut dia sambil menyarankan untuk tanya ke Angkasa Purta II.

Untuk di ketahui, sejak PT TMB berdiri 2010 belum pernah membagikan keuntungan ke kas Pemko Tanjungpinang. Mulai dari zaman kepemimpinan Eva Amelia dan Asep Nana Suryawan serta Zondervan karena mengaku belum untung.

Manager Administrasi Keuangan dan Komersial PT Angkasa Pura II Cabang Tanjungpinang, Saprima Andri mengatakan, pihaknya terlebih dahulu membayar pajak parkir sebesar 25 persen dari pendapatan parkir secara keseluruhan. ”Pajak parkir itu kita langsung setor ke kas daerah,” kata Saprima Andri.

Dari sisa uang parkir tersebut, lanjut dia, baru pihaknya akan membagikan pendapatan parkir ke PT TMB sesuai dengan kesepakatan. Parkir yang dipungut untuk semua jenis kendaraan, mulai dri rod dua, empat dan mobil-mobil besar seperti truk daan lainya. Mulai dari yang membayar harian, bulanan parkir yang menginap.

Untuk kendaraan roda dua dikenakan biaya parkir senilai Rp 2 ribu per sekali parkir. Kalau roda empat dikenakan tarif parkir Rp 4 ribu. Sedangkan parkir inap di enam jam pertama dikenakan tarif sebesar Rp 20 ribu. Lebih dari itu, pengendara tersebut akan dikenakan tarif tambahan sebesar Rp 2 ribu per satu jam. ”Kalau lebih dari itu, dikalikan berapa lama kendaraan nginap di Bandara RHF,” sebut dia. (dri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here