‎Bereaksi, Pedagang Batal Direlokasi‎

0
450

‎BATAM – Rencana relokasi pedagang dari Pasar Induk ke lokasi yang disediakan disampingnya, batal dilakukan.

Para pedagang bereaksi dengan turun ke jalan menolak relokasi. Hal ini membuat Pemko Batam, mengurunkan niat untuk memindahkan para pedagang. Hingga berita ini dibuat, belum diketahui waktu relokasi pedagang, dijalankan.

Sejak pagi, Senin (24/9), pedagang sudah berjaga-jaga diseputar pasar induk. Mereka membawa spanduk bertuliskan penolakan relokasi. Tim terpadu awalnya sudah berjaga di dekat lokasi pasar induk. Ikut serta para aparat kepolisian.‎

Hingga siang, relokasi tidak berjalan. Para pedagang yang sempat berjaga untuk menolak relokasi juga sempat menyiapkan diri, serta berencana mengadukan ke DPRD Batam penolakan relokasi.

Baca Juga :  566 Kelompok Desa Terbentuk

Terkait penolakan relokasi pedagang didampingi Ketua DPD APKLI Batam, Israel Ginting.

Ia menuturkan, tuntutan para meminta ada perjanjian dengan pemerintah, agar tempat baru di Pasar Induk yang dibangun nanti, diisi pedagang yang saat ini.

“Pedagang ada kesepakatan, jangan nanti orang luar yang menempati Pasar Induk yang baru di bangun. Pedagang minta ada perjanjian kesepakatan hitam diatas putih,” tegas ‎Ginting.

Ginting menegaskan, mereka siap mendukung pemerintah untuk melakukan relokasi. ‎Terpenting ada kejelasan nasib mereka ke depan. Selain itu, mereka meminta kepastian besaran atau nilai sewa lapak yang disediakan di samping Pasar Induk Jodoh.

“Harus jelas dulu dong, kapan mau renovasinya, kapan kami bisa menempati, berapa nilai sewannya nanti, sudah sepakat baru kita di relokasi,” tegas Ginting.‎

Tim dari Polsek Lubuk Baja yang dipimpin Kompol Yunita Stevani mengatakan, pembatalan penertiban dilakukan. Informasi pembatalan diketahui dari Kapolres Barelang. “Penggusuran ditunda. Waktunya saya tidak tahu. Bapak/Ibu bisa tanya ke tim terpadu,” ungkap Yunita.

Baca Juga :  Rida Berpesan Jadikan Motivasi Membangun Lingga

Kabag Humas Pemko Batam, Yudi membenarkan penundaan penertiban dilakukan. Penundaan diakui, untuk mencari waktu yang tepat dan situasi tenang. “Lebih pastinya, bisa ditanya pak Asisten Pemerintahan, Oak Yusfa Hendri,” kata Yudi.

Saat dikonfirmasi Tanjungpinang Pos, Yusfa Hendri tidak merespon terkait alasan penundaan. Sebelumnya, Wali Kota Batam, HM Rudi sudah meninjau rencana pembangunan Pasar Induk Jodoh.

Disamping pasar itu, Pemko juga sudah menyiapkan lapak sementara untuk pedagang, hingga pasar induk selesai direnovasi atau di bangun.(mbb)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here