1.148 Berkas Paspor Ditolak

0
520
warga memadati ruang tunggu kantor Imigrasi Tanjungpinang saat mengurus paspor beberapa waktu lalu. f-raymon/tanjungpinang pos

Jumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) bermasalah yang dideportasi dari Malaysia sangat tinggi. Umumnya, para TKI bermasalah ini menyalahgunakan vis wisata untuk bekerja. Kini ada lebih dari 5.000 orang TKI yang akan segera dideportasi dari Malaysia.

TANJUNGPINANG – Karena tingginya penyalahgunaan paspor untuk melancong yang digunakan untuk mencari kerja membuat pihak Imigrasi memperketat pembuatan paspor. Pada 2018 Januari hingga September ini Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Kepri telah menolak 1.148 pembuat paspor.

Penolakan itu dilakukan karena, terindikasi yang mengajukan paspor akan mencari kerja di luar negeri.

Kepala Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kepri Ari Budijanto mengatakan, untuk tahun 2018 ini saja, sebanyak 1.200 orang TKI bermasalah (non prosedural) sudah dipulangkan dari Malaysia lewat Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang. Pemulangan TKI nonprosedural itu dilaksanakan secara bertahap, biasanya para TKI yang dideportasi telah menjalani masa hukuman di Malaysia.

Baca Juga :  Pemprov Sosialisasikan Transaksi Non Tunai

”Pengiriman (pemulangan) secara bertahap. Tahun ini sudah bekali-kali antara 6-7 kali pemulangan dengan total sekitar 1.200 orang,” katanya.

Ari menyebutkan, rata-rata para pemohon yang ditolak pembuatan paspornya adakah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) non prosedural. Indikasi pemohon yang akan berangkat bekerja sebagai TKI dengan cara nonprosedural dapat terdeteksi melalui proses wawancara secara langsung.

”Mereka diduga akan berkerja secara tidak resmi, permohonan paspornya langsung ditolak,” sebutnya.

Pencegahan ini dilakukan agar pemohonan paspor tidak berkerja di luar negeri dengan cara berpura-pura menjadi pelancong atau turis. Pemerintah sudah melakukan kegiatan pencegahan TKI ini. Petugas imigrasi yang ada telah dibekali dengan keahlian secara profesional.

Baca Juga :  Teluk Keriting Akan Direklamasi

”Pada saat pembuat paspor mereka akan melakukan wawancara yang lebih mendetail. Tentunya akan diketahui dari bahasa tubuh, gerak tubuh, tata cara berbicara,” jelasnya.

Selain itu, Lanjutnya, pencegahan juga dilakukan saat di pintu keberangkatan ke luar negeri. Ketika melakukan pengecekan paspor, petugas Imigrasi yang ditempatkan di pelabuhan dan bandara akan mendetekasi orang-orang yang akan berkerja nonprosedural.

”Untuk tahun ini di Tanjungpinang yang ditunda keberangkatannya ada sebanyak 358 orang,” tuturnya.

Ari menyampaikan, TKI nonprosedural yang tercatat sekitar 5.000 orang lebih masih berada di Malaysia. Para TKI ini rata-rata melakukan pelanggaran tidak memiliki dokumen lengkap tinggal selama di Malaysia. Mereka (TKI) ini ditangkap hasil operasi imigrasi Malaysia yang berkaitan dengan pengawasam orang asing.

Baca Juga :  Tidak Beres, Kepala OPD Bersiap Diganti

Untuk pemulangan TKI nonprosedural dari Malaysia bisa lewat dari Entikong, Kalimantan Barat, Nunukan, Kalimantan Utara. Khusus untuk wilayah barata lewat dari Tanjungpinang, Kepri dan Tanjungabalai Asahan, Sumatera Utara.

”Kita selalu siap kapan saja para TKI bermasalah ini dipulangkan lewat Tanjungpinang, sejak awal 2018 lalu sudah dilakukan penguatan petugas di pelabuhan dan bandara untuk pengawasan WNI yang hendak bekerja ke luar negeri secara ilegal,” ujarnya. (RAYMON)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here