125 Sekolah Terima BOS-Da Bintan

0
905
Kadisdik Bintan Tamsir saat menyampaikan program rehab sekolah di Bintan, belum lama ini.F-yendi/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Pertama di Kepri, pemerintah Kabupaten Bintan merealisasikan program Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOS-Da). Anggaran yang disediakan tidak besar, hanya Rp 3 miliar atau hanya 6,7 persen dari total bantuan BOS nasional senilai Rp 20 miliar per tahun.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Bintan, Tamsir menyakini, program ini akan sangat membantu setiap sekolah, terutama yang hinterland dengan jumlah siswa sedikit. BOS-Da sifatnya mendukung keperluan sekolah.

Ia menuturkan, tidak semua sekolah merasa cukup dengan bantuan dana BOS nasional, terutama yang jumlah siswanya sedikit. Memenuhi kebutuhan sekolah, maka Pemkab Bintan merealisasikan program BOS-Da, mulai tahun 2018.

Baca Juga :  Sekolah Swasta Harus Ada Kelebihan

Sebanyak 125 sekolah yang terdiri dari 96 tingkat SD dan 28 SMP akan menerima bantuan pertama Februari mendatang. Terkait mekanisme waktu penyaluran tidak ada patokan, tergantung kebutuhan sekolah, jika di ajukan bisa diproses pencairan sesuai mekanismenya.

”Kalau dana BOS Nasional waktunya ditentukan yaitu per triwulan, untuk BOS-Da nantinya sesuai pengajuan sekolah, maka bisa di cairkan,” terangnya.

Menentukan besaran bantuan, Disdik Bintan membuat klasifikasi. Untuk Tipe A, dengan jumlah kurang dari 100 orang, maka setiap siswa menerima bantuan lebih besar dari dana BOS nasional.

”Misalnya jika nasional memberikan Rp 1 juta per siswa, Pemkab Bintan bisa memberikan lebih dari itu. Tapi angka pastinya saya tak ingat,” paparnya.

Baca Juga :  Sekolah Dibangun di Lokasi Banjir

Tipe B, yaitu jumlah siswa sekitar 100-200 siswa. Tipe C, 300-500 siswa dan Tipe D, yaitu 500 lebih siswa per sekolah. ”Besaran bantuan setiap sekolah berbeda. Siswa masuk Tipe A yang paling besar menerima bantuan. Berbanding terbalik dengan program nasional, semakin banyak siswa maka semakin banyak menerima bantuan,” ungkapnya.

Program ini dilakukan, karena banyak sekolah hinterland yang mengeluhkan kekurangan biaya penunjang operasional. Menyadari kebutuhan tersebut, maka Disdik menerapkan hal itu. ”Bahkan dana BOS-Da bisa digunakan untuk biaya perpisahan siswa nantinya. Jadi tak ada lagi meminta kepada orangtua siswa,” ungkapnya.

Baca Juga :  Jesen Raih Empat Penghargaan Sekaligus

Selain itu, dana BOS-Da bisa digunakan untuk memperbaiki atap yang bocor, mempercantik halaman sekolah, membantu biaya transportasi guru tambahan, membeli ATK, serta beberapa lainnya.

Dengan catatan, tidak boleh kegiatan yang sama dibiaya BOS nasional dan BOS Da. Jadi pihak sekolah sudah tahu ketentuan itu sesuai dengan petunjuk teknis (Juknis).(DESI LIZA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here