2017, Pengadilan Negeri Kabulkan 74 Gugatan Cerai

0
778
Santonius

TANJUNGPINANG – Di Pengadilan Negeri Tanjungpinang bukan hanya menyidangkan kasus pencurian, narkoba serta korupsi, namun juga perkara gugatan penceraian.

Di 2017 lalu, sebanyak 84 berkas perkara sudah disidangkan. Humas Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Santonius Tambunan mengatakan, dari 84 perkara yang masuk tersebut, sebanyak 74 perkara telah diputus sedangkan 10 perkara masih dalam proses persidangan. ”Sudah ada yang putus dan masih ada yang proses persidangan,” sebutnya.

Berbagai alasan dalam kasus penceraian. Diantaranya karena tidak diberikannya nafkah lahir batin, karena percekcokan yang terus menerus. Banyak juga alasan ekonomi, hingga masalah Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Baca Juga :  Sembako Langka saat Musim Utara

Bahkan ada juga gugatan karena adanya wanita idaman lain atau pria idaman lain dalam rumah tangga. Gugatan Cerai dapat diajukan oleh pihak suami maupun pihak istri yang nantinya akan berkedudukan sebagai penggugat. Gugatan cerai tersebut dapat diajukan langsung oleh pihak penggugat maupun dengan menggunakan jasa kuasa hukum yaitu pengacara.

Santonius menjelaskan, proses pengajuan gugatan cerai ke pengadilan hingga adanya putusan, selambat-lambatnya 30 hari setelah diterima berkas atau surat gugatan perceraian. Dalam menerapkan waktu persidangan, perlu diperhatikan tenggang waktu pemanggilan.

Baca Juga :  Stok Beras Bulog 800 Ton

”Apabila tergugat bertempat kediaman di luar negara, maka sidang pemeriksaan gugatan ditetapkan sekurang-kurangnya enam bulan terhitung sejak dimasukkannya gugatan perceraian itu pada kepaniteraan pengadilan,” pungkasnya. Pemeriksaan gugatan perceraian dilakukan hakim.(RAYMON)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here