2018, Garuda Realisasikan Investasi

0
700
Pejabat Kementerian dan BP Batam serta Pemko Batam saat meninjau pelayanan di MPP, Batamcenter beberapa waktu lalu.f-dokumen/tanjungpinang pos

BATAM – Investor asal Singapura, PT Cipta Adil Industri, masuk Batam melalui izin investasi 3 jam (I23J), dengan nilai investasi Rp50 miliar. Sementara Garuda Indonesia melalui PT Garuda Maintenance Facility (GMF), berencana untuk merealisasikan investasi yang sudah direncanakan sebelumnya, mulai tahun ini.

PT Cipta Adil Industries sendiri datang ke Mal Pelayanan Publik (MPP), Rabu (30/5) sore. Mereka mengikuti program insentif dari Badan Pengusahaan (BP) Batam, lewat I23J. Perusahaan ini akan memproduksi daur ulang barang bukan logam (KBLI 38302) bijih plastik di Batam.

Baca Juga :  Camat dan Lurah Diminta Sabar Tunggu Naik Jabatan

”Tahap awal, akan memperkerjakan sekitar 10 orang karyawan,” kata Deputi Bidang Pelayanan Pengusahaan Sarana Usaha, Dwiyanto Eko Winaryo.

Saat itu, Eko sendiri menyerahkan 8 produk dokumen perijinan kepada delegasi perusahaan asal Singapura. Diharapkan, kedepan melalui perijinan i23J, investasi di Batam tumbuh dan berjalan baik. ”Juga bisa menyerap tenaga kerja, dan tentu dapat meningkatkan perekonomian masyarakat,” harapnya.

Sementara GMF yang akan membangun maintenance, repair and overhaul (MRO) di Batam, rencananya realisasi investasi mulai dijalankan tahun ini. Dimana, nilai investasi proyek diperkirakan mencapai 50 juta dollar AS atau setara sekitar Rp700 miliar.

Baca Juga :  Isdianto-Suryani Sering Tukar Pikiran, Masyarakat: Beliau Sangat Serius Memimpin Kepri

Menurut Direktur Utama GMF Iwan Joeniarto, pembangunan MRO, direncanakan akhir 2018. ”Kita sudah koordinasi dengan Kemenko Kemaritiman dan pemerintah di Batam. Ini terkait kemudahan akses jalan menuju fasilitas, layanan 24 jam logistik dari pelabuhan ke airport. Termaksud ajukan kemudahan investasi dan tax allowance,” kata Iwan.

Sebagaimana rilis diterima Tanjungpinang Pos, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF), sebagai perusahaan maintenance repair and overhaul (MRO) berhasil membukukan kinerja positifnya di kuartal I 2018 ini. Adapun pendapatan operasional yang berhasil didapat senilai 115,9 Juta dolar Amerika Serikat. (mbb)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here