2019, RI Ambil Alih FIR dari Singapura

0
936
Jupiter Aerobatic Team TNI Angkatan Udara dengan pesawat KT-1B unjuk kebolehan bermanuver.f-adly hanani/tanjungpinang pos

NATUNA – Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Reden Sadjad (RSA) Natuna, Kolonel (Pnb) Prasetiya Halim mengatakan, Pemerintah Republik Indonesia telah menargetkan pada 2019 ini kewenangan atas Flight Information Region (FIR) Natuna, Tanjungpinang dan Batam akan diambil alih dari Singapura dan Malaysia.

Selama ini, ketiga ruang udara yang berada di wilayah Provinsi Kepulauan Riau itu berada dalam kendali Air Traffic Control (ATC) Singapura. Dengan begitu, setiap penerbangan yang menuju ke tiga kawasan itu harus izin dari Singapura.

Kolonel Prasetiya mengaku menyambut baik itikad pemerintah untuk mempercepat proses pengambilalihan ruang udara Natuna, Tanjungpinang dan Batam itu dari pengawasan Singapura.

”Kita sangat support agar pengambilalihan ruang udara ini dipercepat. Targetnya, memang tahun 2019 pemerintah sudah bisa ambil alih. Sekarang masih dalam proses. Kementerian Perhubungan, AirNav, termasuk Kementerian Luar Negeri, semuanya masih dalam tahap lobi-lobi tingkat internasional,” kata Kolonel Halim usai apel pasukan pengamanan tahun baru di Pantai Kencana Natuna, Senin (31/12).

Baca Juga :  Modal Pensil, Karir Bermula dari Kaki Lima

Terkait hal ini, Kolonel Prasetiya mengaku, Lanud RSA secara fasilitas sudah siap mengelola FIR bila sewaktu ruang udara itu diambilalih oleh Pemerintah Indonesia. ”Kami sudah siap menerima FIR jika sudah berhasil diambilalih. Dan kami selalu mendukung upaya pemerintah ini,” tegasnya.

Menurutnya, FIR akan dapat mendorong laju pertumbuhan ekonomi secara nasional dan khusunya di Kepri apabila pengelolaan ruang udara itu sudah dikelola Indonesia.

”Dampaknya secara ekonomi itu jelas akan dirasakan oleh Natuna. Namun yang paling utama saat ini, kita mesti memantapkan infrastruktur dan SDM sehingga kita benar-benar siap 100 persen,” tutupnya.

Sekedar informasi, dalam penerbangan, wilayah informasi penerbangan (Flight Information Region/FIR) adalah wilayah ruang udara tertentu yang menyediakan layanan informasi penerbangan dan layanan peringatan (ALRS). FIR adalah pembagian ruang udara terbesar yang masih digunakan saat ini. FIR sudah ada sejak 1947.

Baca Juga :  Tim Robotika Politeknik Batam Juara di Kanada

Setiap bagian atmosfer Bumi adalah bagian dari sebuah FIR. Ruang udara negara-negara kecil dicakup oleh satu FIR. Ruang udara negara-negara besar dibagi lagi menjadi beberapa FIR regional.

Sejumlah FIR melintasi ruang udara darat beberapa negara. Ruang udara laut dibagi menjadi Wilayah Informasi Laut (Oceanic Information Region) dan diserahkan kepada otoritas pengendali yang paling dekat dengan wilayah itu. Pembagian wilayah dilakukan melalui perjanjian internasional lewat International Civil Aviation Organization (ICAO).

Tidak ada ukuran standar untuk FIR. FIR itu urusan administratif negara yang dicakupnya. Kadang-kadang ada pembagian FIR vertikal yang ruang udara bawahnya tidak berubah nama, namun ruang udara di atasnya diberi nama Wilayah Informasi Atas (UIR).

Baca Juga :  FBK 2017 Harus Spektakuler

Layanan informasi dan peringatan merupakan layanan lalu lintas udara paling dasar, menyediakan informasi yang penting untuk keselamatan dan efisiensi penerbangan dan memperingatkan otoritas terdekat seandainya ada pesawat yang mengalami kondisi darurat.

Layanan ini tersedia untuk semua pesawat melalui FIR. Layanan saran dan pengawas lalu lintas udara yang lebih tinggi tersedia di ruang udara tertentu di dalam FIR, atau kelas bagian ruang udara menurut ICAO (sesuai peraturan nasional). Layanan tersebut disediakan oleh otoritas yang cocok dan peralatannya lengkap. (hrd/net)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here