22 Kepsek SMA & SMK Dimutasi

0
1313
KEPALA Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Arifin Nasir dan kepala SMA Negeri 2 Karimun, Sugiarto serta majelis guru foto bersama saat berkunjung ke sekolah itu, belum lama ini.F-suhardi/tanjungpinang pos

Pimpinan Sekolah yang Jorok dan Malas Kerja DIganti

DOMPAK – Menjelang pensiun bulan April nanti, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri H Arifin Nasir mengatakan, dalam waktu dekat seluruh kepala sekolah (Kepsek), Sekolah Menengah Atas (SMA) serta kejuruan se-Kepri akan dimutasi yang rencana dilakukan, Rabu 24 Januari mendatang.

Sebagai informasi, Arifin menyampaikan, saat ini ada lebih kurang 22 sekolah SMAN, 8 SMKN serta 5 SLBN yang berdiri di seluruh kabupaten dan kota se-Kepri.

Mutasi pejabat Kepsek yang dia lakukan saat ini, susah melihat berbagai faktor, salah satunya atas dasar disiplin Kepsek, kebersihan dan ketertiban sekolah, serta inovasi yang telah dicapai.

”Saya sering turun ke lapangan, paling sederhana saat turun yang saya perhatikan tentang kebersihan sekolah, kemudian setelah itu disiplin mereka,” tegas mantan Kadis Kebudayaan Kepri tersebut.

Menurut Arifin selama dirinya menjabat sebagai Kadisdik Kepri, paling sering menegur sikap disiplin para guru hingga Kepsek. Acap kali, jika dirinya turun ke lapangan, sering melihat guru yang meninggalkan sekolah, tanpa adanya keterangan, padahal waktu itu, ada jam belajar yang tidak boleh dia tinggalkan.

Baca Juga :  Sempat Blacklist, Tetap Menang Tender

”Termasuk kepala sekolah, saya minta tetap di tempat, selama tidak ada kegiatan yang mendesak. Karena kepala sekolah sebagai manager tunggal, itu harus berada di sekolah. Apakah guru ini mengajar dengan metode baik atau tidak, keliling harusnya dia itu,” terang Arifin.

Terkait rencana mutasi Kepsek yang dimaksud Arifin, dia mengklaim sudah melakukan penilaian secara profesional dan menyeluruh. Arifin melihat saat ini sekolah sebagai ujung tombak guna meningkatkan mutu pendidikan dan daya saing.

Jadi mereka harus menciptakan sistem pendidikan yang bersaing dengan provinsi lainnya. Ditambah lagi dengan saat ini, anggaran khusus pendidikan yang diberikan pemerintah cukup besar baik bersumber dari Dana Operasional Sekolah (BOS), Dana Operasional, APBD maupun dana SPP. ”Jadi tidak ada alasan sekolah kita tidak tertata dan terkelola dengan baik,” tambahnya.

Baca Juga :  Kepala Dinas Aktif, Boleh Ikut Open Bidding

Arifin bahkan sangat optimis, setelah dilakukan penyegaran nanti, tentu potensi dunia pendidikan Kepri harus punya tujuan yang jauh lebih baik dari saat ini. Saat ini, Arifin menyampaikan, Kepsek yang sudah menjabat di atas 5 sampai 8 tahun ke atas harusnya diganti.

Saat ini lebih kurang, 10 orang sampai 15 orang Kepsek se-Kepri yang sudah menjabat lebih dari dua periode dan itu menurutnya perlu dilakukan penyegaran.

Ditambah lagi saat ini, Disdik Kepri sudah selesai menggelar seleksi akademik, bagi wakil Kepsek yang potensial untuk diangkat menjadi Kepsek.

Dan Wakil Kepsek, saat ini tidak boleh berprustasi karena selama ini berkeinginan menjadi Kepsek, karena salah satu syaratnya harus lulus uji seleksi akademik di Solo. Setelah lulus, kemudian Disdik akan memfpasilitasi mengikuti Bimtek, Diklat calon kepala Sekolah.

Baca Juga :  BP Batam Siapkan Bank Data untuk Lintas Instansi

”Jadi Insya Allah, tahun ini kita sudah punya bank calon Kepsek. Jadi kita tidak mau lagi dalam setahun ini mencari Kepsek. Tak mau saya seperti itu, karena banyak KKN. Saya mau profesional. Jadi sistem ini kita bangun, selama ini tidak tersistem, alhasil, tidak efektif,” tambahnya.

”Sekarang sudah kita susun, siapa-siapa jadi kepala sekolah,” terangnya.

Tidak hanya Kepsek yang dilantik, melainkan juga pengawas sekolah pun turut dilantik nanti pada tanggal 24 Januari mendatang oleh Gubernur. ”Bahkan ada juga pejabat dari pengawas yang kita angkat jadi kepsek. Karena selama ini kita perhatikan,” terang Arifin demikian. (ais)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here