236 Ribu Warga Batam Butuh KIS

0
551
H Nurdin Basirun

BATAM – Sekitar 280 ribu warga Batam butuh bantuan jaminan kesehatan dari pemerintah. Saat ini, Pemko Batam baru mengakomodir sekitar 44 ribu. Sekitar 236 ribu lagi butuh perhatian pemerintah pusat melalui pemberian Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Harapan itu disampaikan Wali Kota Batam HM Rudi usai upacara Hari Kesehatan Nasional (HKN) tingkat Kota Batam, Senin (13/11) di Batam. Hadir pada upacara itu para perwakilan rumah sakit, sekolah pendidikan di bidang kesehatan, unsur Muspida Batam dan lainnya. Sementara Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Lukita bertindak sebagai inspektur upacara.

”Sekitar 280-ribuan warga Batam yang butuh bantuan untuk kesehatan. Kita menangani 44 ribu orang. Jadi harus ada tambahan yang ditangani pusat lewat Kartu Indonesia Sehat,” kata Rudi, usai upacara.

Menurutnya, pihaknya mengharapkan bantuan pemerintah pusat melalui KIS untuk menjangkau warga Batam yang membutuhkan bantuan kesehatan. Sehingga ke depan, kesehatan masyarakat Batam lebih terjamin. Dimana, warga Batam menengah ke bawah butuh bantuan kesehatan. ”Karena yang membutuhkan bantuan kesehatan di Batam, masih banyak,” imbuhnya.

Terkait dengan upacara yang dipimpin Lukita, Rudi menyebutkan sudah sesuai rencana mereka. Rudi mengapresiasi kehadiran pegawai BP Batam juga dalam upacara kali ini. Hal itu diharapkan semakin memperkuat sinergi diantara Pemko dan BP Batam. ”Di luar HKN ini, kita ingin bersama kita kuat. Makanya ada pasukan BP, dari pegawai dan Ditpam,” ujarnya.

Hal itu diakui penting, karena pihaknya ingin yang kompak tidak hanya di jajaran pimpinan BP dan Pemko. Mereka ingin agar pegawai BP dan Pemko juga kompak. ”Jadi jangan hanya yang di atas kompak, tapi di bawah juga. Sehingga perubahan tercapai,” imbuhnya.

Kepala BP Batam, Lukita saat upacara, menyampaikan pidato Menteri Kesehatan RI. Usai upacara, disampaikan jika dalam pembangunan, penting masalah kesehatan. Memperhatikan kesehatan, harus dimulai dari keluarga. ”Sebagaimana pidato tadi, dari Menkes, kesejahteraan dimulai dari keluarga. Kesejahteraan juga tercermin dari tingkat kesehatan,” katanya.

Saat ini dinilainya jika tantangan di bidang kesehatan, cukup banyak. Mulai masalah gizi, kanker hingga penyakit menular yang baru muncul belakangan ini. Di sini diingatkan agar masyarakat memperhatikan kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. ”Kita mulai jaga kesehatan, mulai dari kehidupan sehari-hari. Jadi tugas dan tanggung jawab kita semua mulai dari keluarga,” imbau Lukita.

Pada hari kesehatan ini juga, Lukita mendorong sinergitas antara RSOB dan RSUD, dalam memberikan pelayanan maksimal untuk warga. Dimana, penting untuk meningkatkan pelayanan dan kapasitas tenaga kesehatan. ”Sehingga bisa lebih maksimal dalam melayani kesehatan. Pemko (RSUD) di depan dalam penanganan kesehatan, BP mendukung,” imbuhnya. (mbb)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here