397 Rumah Kumuh Akan Diperbaiki

0
669
Tinjau RTLH: Rombongan Komisi I DPRD Kota Tanjungpinang mengunjungi rumah penerima bantuan perbaikan RTLH.F-IstIMEWA

TANJUNGPINANG – Setelah dua tahun terakhir program perbaikan Rumah tidak Layak Huni (RTLH) di Tanjungpinang tidak direalisasikan, tahun ini rencananya ada.

Diperkirakan sekitar 397 unit rumah yang akan diperbaiki. 100 unit bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sedangkan sisanya 297 unit bantuan Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Penyediaan Perumahan.

Hal ini diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Perkim di Dinas Perkim, Kebersihan dan Pertamanan Kota Tanjungpinang, Wanbok kepada Tanjungpinang Pos, Selasa (2/1) kemarin.

Besaran bantuan yang diberikan sama, yaitu Rp 15 juta per unit rumah. ”Besaran bantuan perbaikan rumah sama. Terkait mekanisme penyaluran akan sama seperti sebelum-sebelumnya,” tuturnya.

Baca Juga :  Angkat Budaya Melayu, Pemko Gelar FPP

Bantuan dari Pemko tetap ada, yaitu anggaran dana pendampingan. ”Besaran dana pendampingan saya tidak ingat, tetapi di alokasikan di APBD Pemko,” ungkapnya.

Jumlah bantuan yang di berikan melalui program ini, diakui lebih kecil bila dibandingkan program bantuan RLTH dari APBD Pemko maupun provinsi beberapa tahun lalu. Yaitu Rp 20 juta per unit.

Terkait bedah kampung, memperbaiki 100 unit rumah ditambah dua fasilitas umum (fasum) dalam satu kawasan tahun ini tidak ada. Program itu pernah ada beberapa tahun lalu, memperbaiki rumah di beberapa kawasan, diantaranya Kampung Bugis dan Tanjugunggat.

Baca Juga :  Warga Keluhkan Isi Tabung Gas Elpiji 3 Kg

Meski demikia, tahun ini ada rencana baru yaitu pengetasan penataan kampung kumuh. Anggarannya bersumber dari APBD Pemko dan pusat. Rencananya, tahap awal akan dilakukan di kawasan Kampung Bugis.

Mernurutnya, untuk Kota Tanjungpinang ada tujuh kawasan daerah yang masuk kumuh yakni Pantai Impian, Tanjung Ayu Sakti, Tanjung Unggat, Kamboja, Senggarang, Kampung Bugis dan Tanjungpinang Timur. ”Kawasan ini sesuai dengan SK Wali Kota Tahun 2015 lalu. Hanya saja pembenahannya dilakukan bertahap,” paparnya.

Pemilihan awal di Kampung Bugis, agar menjadi kawasan wisata. ”Wisatawan jarang berkunjung ke Kampung Bugis, melalui program ini diharapkan perekonomian di kawasan sana bertumbuh melalui kunjungan wisata,” ungkapnya.

Baca Juga :  Omzet Pedagang Sedikit

Terkait apakah rumah di pesisir dapat menerima atau tidak masih akan di bahas, hanya saja seperti sebelumnya bisa. Asalkan diberikan surat pernyataan dari tuan tanah bersedia meminjam lahan dalam jangka tertentu.(DESI LIZA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here