Kota Palembang Diselimuti Kabut Asap

0
674
Langkit Kota Palembang diselimuti Asap.

PALEMBANG – Kebakaran hutan di Sumatera kembali terjadi. Titik api mulai banyak. Akibatnya, sejumlah kota diselimuti Kabut asap.

Sejak Jumat (5/10/3018) kabut asap di Palembang semakin pekat dan jarak pandang semakin terbatas. Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru mengatakan, pihaknya sudah memanggil Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk saling koordinasi dalam mengatasi kebakaran hutan. Pekatnya kabut asal membuat aktivitas masyarakat terganggu, khususnya bagi warga Kota Palembang.

“Tadi saya sudah dipanggil Kepala BPBD untuk berkoordinasi dengan kabupaten dan kota di Sumsel dan bahkan dengan provinsi sepadan. Ini karena kita kurang alat untuk menangani Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Saya tegaskan dalam waktu singkat titik-titik hotspot yang ada harus sudah habis,” ujar Herman Deru, Jumat (5/10/2018).

Baca Juga :  FBK Masuk Event Pariwisata Nasional

Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa laporan terakhir yang didapatkan masih ada lima titik api. Sedangkan yang di dekat jalan tol Palindra sudah berhasil dipadamkan.

“Ini juga ada kesalahan hitung perkiraan cuaca. Kalau hitungan alami, Oktober itu harusnya sudah musim hujan. Memang Asian Games sudah selesai, tapi mestinya semangat memadamkan itu harus diteruskan,” tegasnya.

Ia juga mengatakan, pemprov Sumsel akan berkoordinasi dengan kabupaten sekitar seperti OKI dan OI untuk menanggulangi masalah Karhutla ini.

Menurut Herman Deru, sanksi membakar hutan sudah jelas dan sudah banyak yang ditangani pihak penyidikan. Namun untuk kebakaran hutan kali ini, gubernur tidak mau cepat-cepat menyimpulkan tentang penyebab kebakaran hutan.

Baca Juga :  ShopeePay-MyTelkomsel Permudah Pembayaran digital

“Untuk penyebabnya itu banyak faktor. Buang puntung rokok saja bisa menyebabkan kebakaran hutan, bisa juga karena pergesekan benda keras yang menimbulkan api dan lain-lain. “Saya baru dua hari ini ngantor, tapi itu bukan jadi alasan. Nanti akan segera ditindak lanjuti. Saya akan pantau terus perkembangannya. Apalagi Sumsel ini kecuali daratan ada rawa, ada lahan gambut yang begitu luas dan beresiko kebakar,” jelasnya.(jek)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here