46 Pelajar Dinikahkan

0
619
Kampanye setop pernikahan anak usia dini di Gedung Daerah beberapa waktu lalu.
Pergaulan bebas di lingkungan anak-anak usia sekolah semakin sulit dihindari. Di Tanjungpinang, selama 2018 ada 46 permohonan nikah ke Pengadilan Agama dengan calon pengantin anak bawah umur yang diajukan orangtuanya karena beragam alasan. Mayoritas karena hamil.

TANJUNGPINANG – Umumnya karena hamil akibat pergaulan bebas, dan ada juga yang tertangkap tangan sedang berbuat mesum. Dari 46 permohonan dispensasi menikah yang diajukan ke Pengadilan Agama, hanya 39 yang dikabulkan.

Usulan dispensasi nikah pada 2018 ini meningkat dibanding tahun 2017 yang berjumlah 43 permohonan. Untuk menikahkan anak usia sekolah atau anak di bawah umur harus menunjukan putusan Pengadilan Agama sebagai syarat untuk dinikahkan oleh Pejabat Kantor Urusan Agama (KUA).

Baca Juga :  Warga Miskin Bertambah

Tingginya permohonan pernikahan untuk anak di bawah umur ini diakui oleh Panitra Muda Hukum PA Tanjungpinang Kelas 1A, Muhammad Yunus, SH saat ditemui Tanjungpinang Pos, Jumat (21/12).

Tidak hanya pernikahan anak usia sekolah saja yang menonjol. Perceraian di kalangan Pengawai Negeri Sipil yang berdomisili di Tanjungpinang dan Bintan juga angkanya memprihatinkan. Dari data yang diperoleh ada 49 pasangan PNS yang memilih bercerai.

Faktor penyebab tingginya tingkat perceraian di wilayah Tanjungpinang dan Bintan bukan karena ekonomi.

Penyebab tertingginya adalah karena perkelahian lantaran cemburu dan tidak cocok lagi hingga perempuan memilih menggugat cerai. Sampai pada 1 November 2018 saja, gugatan cerai (keingnan pihak istri) mencapai 263 kasus. Sementara cerai talak (permohonan pihak suami) hanya 102 kasus.

Baca Juga :  5 Tahun, Dana Desa Kepri Rp1,06 Triliun

Jika dilihat dari persentase angka perceraian di Tanjungpinang-Bintan yang totalnya ada 365 kasus yang masuk ke Pengadilan Agama Tanjungpinang, ternyata tingkat perceraian keluarga PNS jauh lebih tinggi.

Meski jumlah warga Tanjungpinang dan Bintan yang bekerja sebagai Pegawai negeri di bawah 5 persen dari jumlah penduduk, namun angka perceraian justru malah lebih dari 15 persen dari kalangan PNS.

”Pada 2017 lalu, ASN yang mangajukan cerai ke PA Tanjungpinang Kelas 1A ada 66 perkara. Namun, hakim PA hanya mengabulkan kasus perceraian di rumah tangga ASN sebanyak 57 perkara,” kata Muhammad Yunus.

Baca Juga :  Pengamanan Selat Malaka Makin Kuat

Diakuinya ada juga sebagian psangan suami istri di lingkungan ASN yang berhasil dimediasi dan rujuk lagi hingga mencabut laporan gugatan perceraian.

”Kebanyakan yang mengajukan cerai dari kalangan istri. Ada juga suami (laki-laki) yang mengajukan cerai di Kantor PA Tanjungpinang,” sebutnya. (ANDRI DS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here