80 Persen Toko  di  Bestari Mal Tutup

0
1625
TUTUP: Banyak Toko di Bestari Mal kini tutup. F-NET

TANJUNGPINANG – Bestari Mal di Jalan Tengku Umar, Pasar Kota Lama, Tanjungpinang dulu menjadi pusat perbelanjaan tapi kini ada puluhan toko dengan berbagai jenis jualan disitu tutup.

Mulai dari pakaian dewasa, remaja, sepatu, baju khusus anak-anak serta supermarket dan tempat makanan. Namun kini, hampir 80 persen toko di kawasan tersebut sudah tak beroperasi lagi.

Anggota Komisi II DPRD Kota Tanjungpinang, Reni menuturkan, toko-toko disitu mulai bertutupan sejak 2016 lalu, tepatnya usai Lebaran Idul Fitri.

”Secara berlahan tutupnya. Seingat saya di mulai dari toko pakaian Mitra lalu disusul dengan toko lainnya,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, belum lama ini.

Penyebab tutup karena pembeli sepi, belum tentu dalam sehari ada pengujung datang. Dengan pertimbangan itu maka pemilik toko lebih memilih tutupnya, daripada rugi.

Baca Juga :  Program One Man One Hope PLN ”Terangi Masyarakat”

Meski demikian, ada juga beberapa toko bukan gulung tikar, masih tetap ada namun memilih pindah tempat. Ada yang ke deretan toko di kawasan Pasar Wisata atapun ke Mal TCC di kawasan Batu 8 Atas Tanjungpinang.

”Tetapi penyebab utamanya tutup pembeli sepi. Kalau masih ramai pengunjung pasti tetap dipertahankan toko yang sudah buka sejak belasan tahun lalu itu,” ungkapnya.

Ia mengakui mengetahui persis bahwa bisnis retil yang berada di Bestari Mal, Pasar Kota Lama maupun TCC kini masih redup. Ini berbanding terbalik dengan penyampaian Pemko bahwa ada pertumbuhan ekonomi di Tanjungpinang.

Baca Juga :  Kuota Sembako Murah Turun

”Saya heran juga dengan penyampaian Pemko terjadi pertumbuhan ekonomi. Faktanya di lapangan banyak toko yang tutup, bahkan 80 persen yang di Bestari Mal. Bahkan ada beberapa kenalan di TCC juga memilih tutup karena sepi pelanggan,” tuturnya.

Persoalan sepinya pelanggan sudah pasti dipengaruhi ekonomi. Ini bukan hanya terjadi di Tanjungpinang namun juga dikeluhkan secara nasional bahkan dunia.

Bahkan, informasi diketahuinya banyak toko di Singapura juga yang tutup. Ini disebabkan pelemahan ekonomi dunia, yang berimbas menurunnya jumlah wisatawan manca negara ke Singapur.

”Jumlah kunjungan warga Tanjungpinang keluar negeri juga turun. Sekarang saya jamin sudah turun dibandingkan 2015 dan sebelumnya,” tuturnya.

Baca Juga :  Pemerintah Minta AKUR Buat Bazar di Jalan Merdeka

Ia menilai konidisi perekonomian 2016 dan 2017 semakin menurun. Perlu peran serta pemerintah untuk mengeliatkan perekonomian ditengah masyarakat.

Hal ini tentu tidak mudah, namun langkah awal yang paling sederhana membina pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM). Ini juga salah satu penyumbang pergerakan ekonomi ditengah masyarakat yang perlu terus ditingkatkan.

Salah satu pedagang Pakaian di Bestari Mal mengakui dalam sehari belum tentu ada dua atau tiga pengunjung. Itulah yang membuat banyak toko tutup.

”Makanya toko lain pada tutup,” tuturnya.(DESI LIZA PURBA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here