Ada Perpustakaan Keliling di Tepilaut

0
429
Terlihat masyarakat membaca buku di depan Gedung Gonggong Tepilaut yang disediakan oleh Komunitas Puber Tanjungpinang. Setiap Sabtu dan Minggu ada perpustakaan keliling di Tepilaut.f-M hAFIZAL/MAHASISWA MAGANG
Bermula dari hasil penelitian yang menunjukkan minat baca masyarakat di Tanjungpinang masih minim, membuat Komunitas Pustaka Berjalan (Puber) Tanjungpinang menggelar pustaka keliling.

TANJUNGPINNAG – Kali ini dengan harapan agar banyak masyarakat yang mau membaca buku. Namun ironis, hanya segelintir orang yang mau membaca buku karena ada yang menganggap kalau ia berjualan buku. Padahal, membaca dan buku bisa di bawah pulang gratis.

Lukman, salah satu anggota Komunitas Puber Tanjungpinang mengatakan dengan cara menggelar pustaka keliling di tempat umum, bertujuan agar minat membaca masyarakat meningkat.

Karena, kata dia, keadaan yang semakin mengglobal secara tidak langsung telah memaksa kita untuk mempertajam pengamatan kita terhadap informasi-informasi yang beredar.

Baca Juga :  Ciptakan Suasana Aman Bhabinkamtibmas Ikut Patroli

Selain itu, keadaan ini juga telah menuntut kita untuk memperbaiki kualitas diri. Salah satu kunci untuk mencapai beberapa poin tersebut adalah dengan membaca.

”Kami menggelar lapak buku kawasan Taman Laman Bunda Tepilaut, setiap Sabtu dan Minggu, mulai pukul 16.00WIB sampai berakhir pukul 19.00WIB dengan harapan minat membaca meningkat,” ujarnya, kemarin.

Kata dia, kegiatan yang dilakukannya bersama rekannya, dinamakan pustaka berjalan. Karena semua ini merupakan inisiatif dari kalangan mahasiswa/i berada di Tanjungpinang.

Sebab, buku yang di bawa hingga dipajang beralas terpal berwarna hijau hasil subangsi dari kalangan mahasiswa/i, yang sudah bergabung di Komunitas Puber Tanjungpinang. Ada buku tentang politik, perjuangan dan masih banyak lagi judul buku yang dipamerkan ke pengunjung Laman Boenda Tanjungpinang.

Baca Juga :  Curi Hape Lia, Dede Masuk Penjara

”Kita kasih pinjam buku untuk dibaca secara gratis. Ya, baca di tempat. Tidak bisa di bawa pulang ke rumah,” ucap Lukman kepada Tanjungpinang Pos, Sabtu (23/11).

Untuk sementara ini, ia bersama rekan Mahasiswa/i nya masih fokus menggelar lapak buku yang disebut pustaka berjalan baru dilakukan di pelataran Laman Boenda Tanjungpinang.

Alasannya, masyarakat paling suka membawa keluarga maupun kerabatnya berkunjung ke taman berada di Tepilaut Tanjungpinang pada sore hingga malam hari.

Diharapkan, pustaka berjalan bisa mengurangi ketidak tahuan masyarakat untuk membaca buku. Jadi, membaca buku tidak hanya dilakukan saat berada dibangku sekolah hingga di kampus saja.

Baca Juga :  Hasil Panen Nelayan Melimpah

Tapi, sambung di a membaca buku bisa dilakukan di mana saja. Salah satunya di Laman Boenda Tanjungpinang.

”Semoga minat baca buku lebih meningkat di Tanjungpinang,” harap dia lagi.

Ditambahkan, Kurnia Syahputra mengatakan, meskipun buku bekas tidak menghalangi kalangan mahasiswa/i untuk datang hanya membaca buku. Walaupun baca buku dengan durasi sebentar. Buku tentang politik yang banyak dibaca.(ANDRI – HAFIZAL)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here