Ada yang Bagi-bagi Paket Sembako

0
539
Muhamad Zaini Ketua Bawaslu Kota Tanjungpinang sebagai pembina upacara di depan kantor Bawaslu Tanjungpinang baru baru ini.. f-dokumen/tanjungpinang pos

Dugaan Pelanggaran Politik Uang Caleg di Dompak

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Tanjungpinang kecolongan terhadap adanya calon anggota legislatif (caleg) telah membagikan sembako kepada masyarakat yang berdomisili di wilayah Dompak, Tanjungpinang.

TANJUNGPINANG – Informasi yang dihimpun awak media ini, caleg yang telah membagikan paket sembako ke masyarakat dari salah satu satu caleg perempuan.

Hal ini dibenarkan Ketua Bawaslu Kota Tanjungpinang, Muhammad Zaini kepada Tanjungpinang Pos, Kamis (22/11). Karena adanya laporan masuk dari masyarakat ke Bawaslu Kota Tanjungpinang. Laporan yang diterima Bawaslu pada 15 November 2019 lalu, bahwa adanya caleg telah membagi-bagikan sembako kepada masyarakat yang tinggal di Dompak.

Paket sembako dibagikan caleg yang masih dirahasikan namanya, minyak, gula pasir, teh dan sembako lainnya.

Baca Juga :  Partai NasDem Target Menang di Pileg 2019

”Ada puluhan paket sembako yang telah dibagikan caleg tersebut. Nama caleg dan partai politiknya masih off the record,” ucap Muhammad Zaini.

Bawaslu Kota Tanjungpinang menindak lanjuti atas informasi yang diterimanya melalui pembahasan terkait adanya money politics. Saat pembahasan nanti, Bawaslu Kota Tanjungpinang akan melibatkan unsur sentra Gakkumdu serta Panwaslu Bukit Bestari.

Setelah dibahas, Bawaslu Kota Tanjungpinang akan melakukan klarifikasi kepada caleg tersebut. Agar pihaknya mendengarkan langsung keterangan yang disampaikan caleg.

”Kita masih melakukan investigasi terkait pembagian sembako,” terangnya.

Pembagian sembako masuk dalam kategori politik uang. Karena di UU Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu di pasal 523 ayat 1 sudah jelas.

Pasal 523 ayat 1 berbunyi, setiap pelaksana, peserta, dan/atau tim kampanye Pemilu yang dengan sengaja menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya sebagai imbalan kepada peserta kampanye Pemilu secara langsung ataupun tidak langsung sebagaimana dimaksud dalam pasal 280 ayat (1) huruf j

Baca Juga :  Oh... Rohingya, Nasibmu!

dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun dan denda paling banyak Rp 24 juta.

”Sembako itu termasuk materi lainnya. Jadi, masuk dalam kategori politik uang,” tegas dia.

Informasi politik uang tidak hanya terjadi di wilayah Bukit Bestari. Tapi, Bawaslu Kota Tanjungpinang juga menerima laporan telah terjadi politik uang di daerah Tanjungpinang Barat dan Kota. Indikasi yang diterimanya, adalah bagi-bagi uang kepada masyarakat.

Untuk memastikan informasi ini semua, pihaknya sedang melakukan investigasi di lapangan. Agar kejadian politik uang bisa tertangkap dengan pengawas Pemilihan Umum (Pemilu) serentak tahun 2019.

Baca Juga :  Muhammad Rudi Deklarasi dengan Amsakar

”Kita masih telusuri kejadian politik uang ini,” terang dia.

Atas laporan diterimanya, ia berharap kepada para caleg untuk tidak melakukan politik uang. Baik itu dengan cara membagikan paket sembako kepada masyarakat. Karena sembako sudah masuk kategori politik uang.

Kemudian, ia juga berharap kepada masyarakat untuk peran aktif terhadap proses Pemilu 2019. Agar proses Pemilu ini bersih, menghasilkan yang berkualitas serta bermartabat.

Ia berpesan kepada masyarakat untuk segera lapor ke Bawaslu Kota Tanjungpinang, apabila ada oknum membagikan sembako maupun uang kepadanya. ”Target kita OTT,” sebut dia. (ANDRI DS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here