Agus Wibowo Mundur dari Cawagub

0
1222
Agus Wibowo

DOMPAK – Calon Wakil Gubernur Kepri Agus Wibowo (AW) yang merupakan kader Partai Demokrat dikabarkan mengundurkan diri dari Cawagub. Informasi ini juga dikuatkan Husnizar Hood, Sekretaris DPW Demokrat Kepri.

Dianggap tidak mengikuti perintah partai, AW pun diganti jabatannya dari Ketua DPC Partai Demokrat Bintan ke Zulkifli yang sebelumnya menjabat Sekretaris. Namun, posisi itu masih pelaksana tugas (Plt).

Informasi yang diterima di lapangan, AW lebih memilih tetap menjadi Wakil Ketua DPRD Bintan daripada harus maju di Pemilihan Wakil Gubernur Kepri.

Banyak hal yang membuat AW maju di Pilwagub seperti sulitnya mendapatkan rekomendasi dari 4 partai politi (parpol) pengusung Sani-Nurdin (Sanur) termasuk persaingan saat pemilihan di DPRD Kepri nanti.

Apalagi saingannya adalah Isdianto yang notabene adalah adik kandung almarhum HM Sani. Selain itu, susah baginya memenangkan pemilihan nanti.

Hanya saja, fungsionaris Demokat di Kepri membantah isu tersebut. AW disebut hanya tidak menjabat Ketua DPC Demokrat Bintan lagi lantaran didorong untuk tetap maju di Pilwagub Kepri.

Baca Juga :  2018, Pemko Terima Ratusan CPNS

Salah satu anggota Panitia Pemilihan (Panlih) Wakil Gubernur Kepri, Onward Siahaan mengatakan, Panlih belum ada menerima surat pengunduran diri Agus Wibowo (AW) sebagai Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Kepri.

”Kami baru mendengarkan kabar tentang pengunduran diri AW dari bursa Cawagub Kepri. Tetapi pernyataan tertulis belum ada diterima Panlih,” ujar Onward Siahaan, kemarin.

Lebih lanjut, anggota Komisi II DPRD Kepri tersebut mengaku, Panlih Wagub Kepri sekarang ini sedang berada di Jakarta untuk meminta pendapat Menteri Dalam Negeri (Kemendagri) terkait kemungkinan-kemungkinan yang terjadi dalam proses pemilihan Wagub Kepri.

”Termasuk bagaimana nanti ketika hanya ada satu calon yang bisa melengkapi persyaratan sampai batas waktu yang ditentukan,” paparnya.

Terpisah, Sekjen Partai Demokrat Kepri, Husnizar Hood yang juga merupakan Wakil Ketua DPRD Kepri tersebut mengklaim surat pengunduran diri AW dari Cawagub Kepri sudah diteruskan ke Panlih.

Bahkan secara internal, Demokrat Kepri juga sudah menembuskan ke DPP Partai Demokrat. ”Jika tidak salah, surat pengunduran dirinya sudah dibuat hari Kamis atau Jumat pekan lalu. Dan ini sudah disampaikan ke Panlih,” papar Husnizar kepada wartawan, Rabu (11/10) kemarin.

Baca Juga :  Aturan Penerbangan, Pejabat Wajib Lewat X-ray

Isu mundurnya AW tersebut, lantaran dirinya tidak dapat memenuhi salah satu syarat mutlak yakni wajib mendapatkan rekomendasi dari seluruh partai pengusung yang mengusung Sanur.

Atas dasar itulah, AW informasinya sudah sejak Agustus lalu sudah mengajukan pengunduran diri sebagai Cawagub.

Bahkan dalam waktu dekat ini, seluruh pimpinan tinggi pengurus Partai Demokrat Kepri akan memanggil yang bersangkutan dan akan menyakan langsung alasan pengunduran dirinya AW ini.

Selanjutnya akan dibawa permasalahan ini ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Demokrat. Sebab, yang mengusulkan Agus Wibowo untuk maju sebagai Cawagub Kepri merupakan rekomendasi dari DPP.

Karena deadline kesempatan kedua akan berakhir awal pekan depan. Tentunya akan menjadi tugas berat partai pengusung untuk mencari nama baru penggati AW kepada parpol melalui gubernur.

AW makin tak berniat maju di Pilwagub Kepri karena pengurus parpol pengusung Sanur berkali-kali menyatakan tidak akan pernah memberi dukungan kepada AW.

Baca Juga :  Penumpang Terpental, Dua Orang Hilang

Sehingga, meski AW kerja keras untuk mendapatkan rekomendasi/persetujuan parpol pengusung, tetap saja hasilnya sia-sia. Seandainya pun mendapatkan rekomendasi itu, dirinya juga merasa belum tentu bisa memenangkan pemilihan nanti.

Salah satu syarat yang paling sulit dipenuhi Cawagub adalah rekomendasi/persetujuan dari lima parpol pengusung Sanur yakni Demokrat, Gerindra, NasDem, PPP dan PKB.

AW sendiri baru mengantongi rekomendasi/persetujuan dari Partai Demokrat bersama Isdianto. Sementara Isdianto sudah mendapatkan rekomendasi dari seluruh parpol pengusung Sanur tersebut.

Pemilihan Wakil Gubernur Kepri nanti bisa berlarut-larut lagi karena harus diajukan satu nama lagi pengganti AW. Ada tiga kandidat yang berpeluang menggantikan AW yakni Rini (putri almarhum HM Sani), Mustofa Widjaja dan Fauji Bahar. (ais/mas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here