Ahui Dituntut Ringan

0
1004
KASAT Reskim, Bulog dan Kadisperindag Kepri melihat beras yang dioplos.F-RAYMON/TANJUNGPINANG POS

Terdakwa Pengoplosan Ratusan Ton Beras Bulog

Tjeng Hui alias Ahui pemilik Minimarket Pinang Lestari, Terdakwa pengoplosan ratusan ton beras Bulog hanya dituntut 1 bulan penjara oleh Jaksa.

TANJUNGPINANG – Direktur Utama PT Pinang Lestari itu juga dituntut didenda ringan sebesar Rp 200 juta oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Zaldi Akri yang didampingi oleh Ricky Triyanto di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Rabu (10/1).

Dalam tuntutan yang sangat dinilai ringan ini, JPU mengatakan, pelaku usaha dilarang memproduksi dan atau memperdagangkan barang dan jasa yang tidak memenuhi atau tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan dan ketentuan perundang-undangan, sebagaimana melanggar Pasal 62 ayat 1 Jo pasal 8 ayat 1 UU RI nomor 8 tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen.

”Meminta kepada Majelis Hakim untuk menghukum terdakwa dengan tuntutan 1 bulan penjara, atau denda Rp 200 juta,” katanya.

Sejak awal, tanda-tanda akan dituntut ringan sudah terlihat. Modus pengopolos beras murah atau Bulog kemudian di kemas lagi dan dijual dengan harga tinggi, sudah bertahun-tahun dilakukan.

Baca Juga :  Lanud Peringati Hari Bakti TNI AU

Beras yang dioplos mereknya beras kita dan Super Roda Emas juga tak disita. Seluruh lori atau truk yang menjadi barang bukti juga dikembalikan kepada terdakwa. Sedangkan seluruh barang bukti beras yang telah dioplos oleh terdakwa dirampas untuk dimusnahkan.

Walaupun telah dituntut dengan hukuman sangat ringan ini, terdakwa yang tidak didampingi oleh penasehat hukum langsung mengajukan pembelaan secara tertulis. Ia mengatakan hukuman denda senilai Rp 200 juta itu sangat berat bagi dirinya.

Ia meminta kepada Majelis Hakim agar dihukuman seringan-ringannya dari tuntutan JPU. Mendengar tuntutan itu, kemudian Ketua Mejelis Hakim Santonius Tambunan serta didampingi oleh Mejelis Hakim Anggota Monalisa Siagian dan Asep Sopian menunda persidangan selama satu pekan dengan agenda pembacaan putusan.

Dalam dakwaan JPU sebelumnya bahwa terdakwa sudah mempunyai stok beras untuk diperdagangkan di Minimarket Pinang Lestari miliknya. Beras yang disimpan di gudang di Jalan Sumber Karya Gang Cipta Rezeki, RT 001 RW 006, Kelurahan Batu IX, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Kota tanjungpinang.

Baca Juga :  Kafilah Diminta Jaga Nama Baik Tanjungpinang

Merek beras tersebut adalah Beras Kita yang diproduksi dan dikemas oleh Bulog Tanjungpinang serta beras Super Roda Mas yang diproduksi oleh Berasindo Raya. Lebih jauh dikatakan, terdakwa melakukan aksi pengoplosan beras ini dengan memerintahkan saksi Joni Seteven selaku karyawannya untuk mencampur beras merek Beras Kita yang diproduksi dan dikemas oleh Bulog dengan beras Super Roda Mas yang diproduksi oleh Berasindo Raya.

Kemudian, beras yang sudah dicampur tersebut dimasukkan ke dalam kantong dengan ukuran 5 kg, lalu kantong plastik yang berisikan beras campuran tadi diberi nama Bulog Premium 5 Kg.

Setelah saksi Joni Steven diperintahkan seperti itu, kemudian saksi ini mempersiapkan alat-alat berupa timbangan, plastik bening ukuran 5 kg, sekop dan sapu. Usai mempersiapkan alat-alat itu, selanjutnya saksi Joni Steven mengambil 5 karung beras merek Beras Kita yang diproduksi oleh Bulog dengan berat 50 Kg dan 4 karung beras Super Roda Mas dengan berat 50 kg.

Baca Juga :  Paslon Edy Saprani-Edi Susanto Maju di Pilwako

Kemudian, kedua beras tersebut dituangkan oleh saksi ini ke lantai gudang, setelah itu diaduknya sampai merata dengan menggunakan skop. Setelah adukkannya merata, beras dimasukkan ke dalam kantong plastik dan ditimbang dengan berat 5 Kg. Selanjutnya, saksi menulis dibungkus plastik tersebut dengan nama Bulog Premium 5 Kg, kemudian beras tersebut ditumpuk kembali di dalam gudang untuk diangkut ke Minimarket Pinang Lestari milik terdakwa untuk dijual ke masyarakat Tanjungpinang. (RAYMON)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here