Air Pasang Tinggi, Bau Sampah Mulai Mengganggu

0
1087
SAMPAH:Tumpukan sampah masih terlihat di kawasan Pelantar II. Sebelumnya lokasi ini bersih dari sampah karena goro.f-Raymon Tanjungpinang Pos

Tanjungpinang – Pasang besar yang terjadi belakangan ini, tidak hanya meningkatkan volume air laut. Namun juga meningkatkan volume sampah.

Sampah yang datang tersebut sebagian besar tetap tertinggal di sejumlah pelantar ketika air laut beranjak surut.

Zailani, salah satu petugas jaga di pekarangan Hotel Laut Jaya mengaku, sudah lebih seminggu lamanya, bau busuk sampah mengganggu penciuman warga pelantar.

”Saya sering didatangi warga sekitar. Ditanya kenapa sampah-sampah ini bau. Saya juga tidak tau kenapa. Sebab saya cuma petugas jaga, setahu saya, sampah ini akibat terbawa pasang besar belakangan ini terjadi,” kata Zai kepada Tanjungpinang Pos Rabu, (1/2)
Fenomena sampah yang menimbulkan aroma tidak sedap tersebut juga terjadi di sejumlah pelantar lainnya.

Baca Juga :  Air Baku Kritis, PDAM Hentikan Penyambungan Baru

Warga setempat aroma yang tidak enak tersebut tidak hanya ditimbulkan oleh tumpukan sampah, namun juga dari lumpur yang tergerus arus laut.

”Kalau pasang besar, arus kan juga besar, jadi lumpur-lumpur terangkat, makanya jadi makin bau,” beber Lukman (42) warga Pelantar I.

Pantuan di lapangan, tidak ada usaha lebih yang dilakukan warga sekitar pelantar, untuk mengatasi sampah dan bau yang tidak sedap tersebut.

Bahkan ketika dimintai tanggapan, sejumlah warga justru meminta perhatian dari Pemerintah Kota Tanjungpinang untuk menyelesaikan masalah yang tak kunjung usai sejak dulu.

Padahal, sampah ini adalah sampah warga tinggal di pelantar, telah membuang sampah ke laut selama ini.

”Sampah, bau, bukan masalah baru, tapi ini masalah yang tak siap-siap. Harusnya adalah jalan keluar dari Pemko untuk mengatasi hal ini,” harap Zainal.

Baca Juga :  Ada Investor di Balik Penataan Teluk Keriting

Hal sama juga disampaikan, Agus warga Pelantar II. Menurutnya, sampah laut saat air pasang selalu tergenang di pinggiran rumah warga di sepanjang pinggir pantai Pelantar II.

”Selain di sekitar Pelantar II, sampah laut juga berserakan di bawah ruko yang ada di pelantar KUD, di lokasi sekitar Pasar Ikan dan tempat lainnya. Selain itu juga bila ada angin kencang dan gelombang kuat maka sampah akan berdatangan,” katanya.

Ia minta, Pemko Tanjungpinang memberikan tong sampah di daerah pelantar. Agar warga tidak lagi membuang sampah kelaut.

Bahkan bila perlu diberikan saksi berupa denda bagi masyarakat yang membuang sampah sembarangan.

Baca Juga :  Tak Boleh Over Kapasitas Penumpang

”Bagusnya dibuat tempat pembuangan sampah di daerah pelantar. Dan petugas kebersihan harus turun membersihkan sampah juga di kawasan pelantar,” jelasnya.

Sementara Ali penjual makanan di daerah pasar menyebutkan, pemerintah harus turun tangan dalam membersihkan sampah dilaut. Karena, air pasang sampah mengapung di pelantar terkadang juga mengeluarkan bau tidak sedap.

”Kita menanti program pemerintah yang berencana memasang jaring dilaut sepanjang pesisir pelantar untuk mengatasi permasalahan sampah,” ungkapnya.

Dengan adanya program dari pemerintah untuk membentang jaring, cukup efektif. Tinggal petugas kebersihan tinggal mengambil sampah yang sudah terjaring.(YOAN-RAYMON)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here