Akademisi Teliti Hutan Kemasyarakatan Bintan

0
1167
Penelitian: Dari kiri Dosen UMRAH Ady Muzwardi, bersama pegawai BAPEDAS Kepri Tri saat melakukan penelitian hutan Mangrove Bintan.f-YOAN S NUGRAHA/tanjungpinang pos

BINTAN – Hutan mangrove bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk sumber penghidupan. Di Peraturan Menteri Kehutanan Republik Indonesia No. P.88/Menhut-II/2014, tertuang tentang cara pemanfaatan hutan untuk pemberdayaan masyarakat.

Di Kabupaten Bintan, terdapat beberapa kawasan yang telah ditetapkan sesuai dengan kebijakan tersebut. Di antaranya di Desa Kuala Sempang dan Desa Busung Kecamatan Sri Kuala Lobam Kabupaten Bintan.

Hutan Kemasyarakatan di pulau bintan luas mencapai 250 hektare (Ha) ini yang merupakan hutan mangrove. Mangrove ini sangat potensial untuk dikembangkan menjadi potensi pariwisata.

Ini sekaligus sebagai penunjang agar mampu mendatangkan penghasilan bagi masyarakat dan desa.

Keberadaan hutan kemasyarakatan di Desa Kuala Sempang dan Desa Busung mengundang rasa keingintahuan pihak Deputi Lingkungan Hidup Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dan pihak Universitas Muhammadiyah Yogyakarta untuk meneliti kawasan Mangrove di daerah itu.

Baca Juga :  Perorang Dibantu Rp450 Ribu

Rendra Setyadiharja S.Sos M IP, dosen Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stisipol) Raja Haji yang mendamping dua alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang datang ke Bintan meneliti kawasan mangrove.

Saat itu, Rendra Setyadiharja ia didampingi Ady Muzwardi, S.IP, M.IP yang merupakan Dosen Fisipol Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH). Ada juga mahasiswa yang ikut dalam penelitian itu, yakni Rizki Nanda Hidayat yang merupakan mahasiswa Stisipol Raja Haji Tanjungpinang.

”Penelitian ini akan dilakukan selama dua bulan, yang dimulai pada Maret hingga April 2017,” ujar Rendra, Rabu (5/3).

Baca Juga :  Khairil Anam Terpilih Jadi Ketua IMKK

Menurut Rendra, hutan kemasyarakatan itu akan dieksplorasi melalui sebuah penelitian tentang manajemen hutan berbasis Komunitas.

Tujuannya, untuk melihat bagaimana inisiasi adanya pengelolaan, pengawasan, serta kekuatan stakeholders yang mempengaruhi berdirinya hutan kemasyarakatan di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) khususnya di Kabupaten Bintan.

”Selama penelitian berajalan, kita didampingi oleh Badan Pengelolaan Daerah Sungai dan Hutan Lindung Provinsi Kepulauan Riau,” terangnya.

Untuk penelitian di Desa Busung dan Desa Kuala Sempang, mereka akan melakukannya bersama kelompok tani Ketapang Putih yang diketuai oleh Bapak Jardaif.

Selain itu, ada kelompok tani Medang Kenanga yang diketuai oleh Bapak Amran, menjadi narasumber dalam penelitian tersebut.

Baca Juga :  Linda Wati Lulusan Terbaik STIE Pembangunan

Pihak Dinas Kehutanan Provinsi Kepulauan Riau, Dinas Koperasi, Usaha Mikro didampingi pihak Perindag Kabupaten Bintan serta Dinas Pariwisata Bintan juga akan melakukan penelitian yang sama di kawasan disebutkan.

Menurut Rendra, penelitian ini akan melihat bagaimana arah kebijakan dan political will Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, serta Pemerintan Desa.

”Ini dalam rangka mengembangkan, dan mengelola hutan kemasyarakatan yang amanatnya mampu memberdayakan masyarakat desa dalam rangka mencapai kesejahteraan,” sebutnya.(YOAN S)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here