Akte Lahir Gratis atau Bayar?

0
1046
Warga saat antre di Kantor Disdukcapil Kota Tanjungpinang untuk mengurus administrasi kependudukan beberapa waktu lalu. f-andri/tanjungpinang pos

Pak saya mau tanya? kalau bikin akte kelahiran lambat apa benar kena biaya sedangkan anak itu baru 6 bln lahirnya.
+6282385839648

Apa Syarat Bikin Akta Kelahiran?
Pak saya mau tanya? kalau bikin kartu kelahiran berapa lama, dan kartu identitas anak? Seperti apa prosesnya?
+6282385839648

TANGGAPAN:
Hingga akhir kini 2018 sudah sebanyak 530.889 jiwa dari 636.701 anak-anak berusia 0-18 tahun di Provinsi Kepri yang sudah memiliki akta lahir atau 83,38 persen. Dan pembuatan akte lahir itu gratis.

Yang belum memiliki akta lahir sekitar 105.812 jiwa atau 16,62 persen. Jumlah yang punya akta kelahiran terus naik mengingat. Penerbitan akta lahir terus dilakukan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil di 7 kabupaten/kota di Kepri. Hingga akhir tahun nanti akta lahir di Kepri ditargetkan di atas 90 persen.

Penerbitan akta lahir anak di Kepri jauh di atas target Presiden RI Joko Widodo yang menargetkan pada akhir 2019 sudah harus mencapai 85 persen. Namun, Mendagri Tjahjo Kumolo berusaha mempercepat target tersebut menjadi 90 persen hingga akhir tahun 2018. Dan capaian per 31 Desember 2017 lalu sudah mencapai 85,6 persen secara nasional.

Baca Juga :  Jalan Sudah Bagus Semua

Dari tujuh kabupaten/kota di Kepri, hanya Lingga yang sudah melampaui target nasional yakni 90,29 persen. Dan jumlah ini akan terus naik hingga akhir tahun nanti. Yang paling rendah adalah Natuna dengan persentase 80,76 persen. Kemudian Batam. Namun, penduduk Batam berkembang pesat. Sehingga, setiap hari pengurusan KTP-el dan akta lahir selalu membeludak.

Disdukcapil Batam sudah merencanakan akan menerbitkan hingga 2.000 per pekan. Sebenarnya, Disdukcapil 7 kabupaten/kota di Kepri sudah berusaha keras untuk mempercepat pengurusan KTP-el dan akta lahir. Bahkan, jemput bola terus dilakukan.

Petugas Disdukcapil Lingga paling sering turun ke kampung-kampung untuk melakukan perekaman. Mereka menyasar seluruh pemukiman penduduk di pulau-pulau kecil yang tersebar di wilayah kerjanya.

Saat turun ke lapangan, petugas langsung melakukan perekaman data penduduk untuk pembuatan KTP-el termasuk mengurus akta lahir anak di perkampungan yang mereka datangi.

Sebelumnya, Mendagri menargetkan 90 persen dari seluruh anak usia 0 hingga 18 tahun, memiliki akta kelahiran pada 2018. Target ini merupakan bagian dari Gerakan Sadar Administrasi Kependudukan.

Baca Juga :  Nama Tambak

Pencetakan akta kelahiran sangat penting bagi pemenuhan hak sipil anak karena akta kelahiran merupakan hak dasar anak untuk pemenuhan berbagai kepentingan tumbuh kembang dan kehidupan anak.

Untuk menyukseskan Gerakan Sadar Administrasi Kependudukan (GISA), maka setiap pemerintah provinsi harus dibentuk minimal satu Kabupaten/Kota Sadar Adminduk, dan setiap kecamatan dalam satu kabupaten/kota dibentuk minimal satu Desa Sadar Adminduk.

Sesuai arahan Kemendagri, Pemerintah daerah mempedomani empat program GISA, yang meliputi Program Sadar Kepemilikan Dokumen Kependudukan dan Program Sadar Pemutakhiran Data Penduduk.

Kemudian Program Sadar Pemanfaatan Data Kependudukan Sebagai Satu-Satunya Data Yang Dipergunakan Untuk Semua Kepentingan dan Program Sadar Melayani Administrasi Kependudukan Menuju Masyarakat Yang Bahagia. (mas)

Sardison
Kepala DPMD Dukcapil Pemprov Kepri,

TANGGAPAN:
Untuk pembuatan akta kelahiran tidak dipungut biaya sama sekali alias gratis. Pembuatan akta kelahiran itu merupakan tanggungjawab orang tua.

Kita berterima kasih kepada masyarakat Tanjungpinang yang sudah peduli dan mau mengurus akta kelahiran anaknya di Kantor Disdukcapil Kota Tanjungpinang.

Baca Juga :  Status KTP Bikin Bingung

Alhamdulillah, pencapaian akta kelahiran kita melebihi angka nasional. Dari data yang dimiliki Disdukcapil Kota Tanjungpinang, masih ratusan anak yang belum memiliki akta kelahiran. Angka tersebut dikurangi dari jumlah kelahiran anak Tanjungpinang.

Alasan Disdukcapil tidak mencetak akta kelahiran untuk 240 anak tersebut karena orangtua anak tersebut tidak menyerahkan berkas untuk mengurus akta kelahiran. Seperti surat kebidanan, fotokopi KTP orangtua, dan fotokopi KK. Padahal gratis, buat akta kelahiran di Didisdukcapil. Tapi syarat-syaratnya mesti dipenuhi.

Membuat akta kelahiran itu sebentar saja. Hanya hitungan jam saja selesai. Ini karena saja selaku Kepala Disducapil Kota Tanjungpinang mengintruksikan staf saya agar menyelesaikan akta kelahiran antara tiga.

Kami selalu mengimbau kepada orangtua untuk agar segera mengurus akta kelahiran anaknya. Karena akta kelahiran merupakan identitas penting buat anaknya. Akta kelahiran identitas kebangsaan kita. Jadi, uruslah akta kelahiran anaknya. Jangan ditunda-tunda lagi. (dri)

Irianto,
Kepala Disdukcapil Kota Tanjungpinang

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here