Aktif Berantas Pelaku Illegal Fishing

0
382
ABK kapal illegal fishing yang diamankan Koarmada I.f-istimewa

Koarmada 1 Tegakkan Kedaulatan NKRI Di Laut Natuna

Perairan Natuna mula berubah di malam hari. Tidak seperti dulu lagi. Jika malam hari lautan seperti pasar malam. Lampu terang dimana-mana. Lampu kapal-kapal pencuri ikan yang bebas mengangkut hasil laut Natuna.

KABUPATEN NATUNA – TAPI itu cerita dulu. Sekarang, laut Natuna sudah gelap di malam hari. Kapal-kapal pencuri ikan itu sudah jarang. Jika pun ada yang berani masuk, mereka sudah terpantau. Langsung dikejar dan ditangkap.

KRI di jajaran Koarmada I sangat aktif memberantas kegiatan illegal fishing dan menegakkan hukum di laut dari Kapal Ikan Asing (KIA) yang mencuri wilayah Perairan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia Natuna Utara.

Seperti yang dilakukan Koarmada I pada, Kamis 21 Maret 2019 lalu. KRI Teuku Umar-385 Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Koarmada I kembali berhasil menangkap Kapal Ikan Asing (KIA) BV 4356 TS kebangsaan Vietnam yang diduga melakukan kegiatan illegal fishing.

Baca Juga :  12 Kadis Pemprov Terancam Diganti

Selain itu, KRI Tarakan-905 BKO Koarmada I juga berhasil menangkap 2 KIA Vietnam yakni KIA BV 4724 TS dan KIA BV 90735 TS. Ketiga KIA Vietnam tersebut saat ini dalam proses hukum lebih lanjut di Lanal Batam.

”KRI jajaran Koarmada I diantaranya KRI Teuku Umar-385 berhasil menangkap satu KIA Vietnam dan KRI Tarakan-905 menangkap dua buah KIA Vietnam. Ketiganya dibawa langsung ke Lanal Batam guna proses hukum lebih lanjut walaupun KIA Vietnam tersebut ditangkap di ZEE Laut Natuna Utara,” Kata Komandan Lanal Ranai Kolonel Laut (P) Harry Setyawan, S.E. dalam rilis persnya, Selasa (26/3).

Kolonel Harry menjelaskan, pada proses penangkapan berawal ketika KRI Teuku Umar-385 dan KRI Tarakan-905 sedang melaksanakan patroli sektor di wilayah Perairan Indonesia, dan mendapatkan kontak ada kapal sedang melaksanakan kegiatan illegal fishing di wilayah Perairan ZEE Indonesia. Menindaklanjuti hal tersebut, dengan sigap KRI Teuku Umar-385 dan KRI Tarakan-905 melaksanakan prosedur Pengejaran, Penangkapan, dan Penyelidikan (Jarkaplid) yang dilanjutkan dengan Peran Pemeriksaan dan Penggeledahan terhadap muatan, ABK dan dokumen kapal tersebut.

Baca Juga :  Dewan Pers Menang Lagi di Pengadilan Tinggi Jakarta

”Kedua KRI itu berhasil diamankan. Namun saat proses penangkapan oleh KRI Tarakan-905 sempat dihalangi oleh 1 VFRS Vietnam KN 214215 tetapi dapat diusir secara paksa. Dan akhirnya KIA asal Vietnam itu dikawal menuju ke Lanal Batam guna proses hukum lebih lanjut,” paparnya.

Ia juga menambahkan, pada proses penangkapan KIA ini merupakan bentuk komitmen TNI AL atau Koarmada I dalam penegakkan kedaulatan dan hukum di laut.

Sesuai dengan penekanan Pangkoarmada I Laksda TNI Yudo Margono, S.E. M.M bahwa unsur KRI Koarmada I agar meningkatkan patroli di perbatasan serta tidak ragu dalam menindak tegas segala bentuk pelanggaran dan aktivitas ilegal serta pencurian sumber daya alam yang ada di perairan Indonesia bagian barat.

Baca Juga :  Ziarah ke Makam HM Sani

Selain itu, Kolonel Harry menambahkan dari hasil penangkapan tersebut, tidak menjadi masalah walaupun Lanal terdekat dengan Laut Natuna Utara adalah Lanal Ranai dan Lanal Tarempa.

”Hasil penangkapan itu tidak jadi masalah karena tindak pidana di laut tidak mengenal lokus, sehingga bisa dibawa ke Pangkalan mana saja,” tandasnya.(HARDIANSYAH)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here