Aktivitas Kapal Pukat Dilaporkan ke KKP

0
514
BEBERAPA anggota dewan Kunker di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melaporkan aktivitas kapal pukat mayang yang menangkap ikan di perairan Anambas.F-ISTIMEWA

ANAMBAS – Sejumlah anggota DPRD Kabupaten Anambas telah berkoordinasi, dan berkonsultasi dengan pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan terkait keresahan nelayan Anambas tentang kapal pukat mayang dari luar Anambas, Senin (22/1).

Ketua Komisi II DPRD Anambas H Dhanun mengungkapkan, bahwa keluhan yang disampaikan elemen masyarakat nelayan melalui aksi di depan kantor DPRD yang melalui audensi sebelumnya langsung menyampaikan aspirasi itu kepada pihak Kementerian KKP.

Saat itu, pihaknya mereka sedang melaksanakan kegiatan kunjungan kerja ke Kantor KKP di Jakarta.

”Alhamdulillah. Kita sudah sampaikan aspirasi masyarakat khususnya nelayan kepada Dirjen Kelautan dan Perikanan. Kami berharap semua nelayan dapat lebih bijak menilai, dalam sesuatu hal dan mari kita bergandeng tangan dalam membangun Anambas lebih baik ke depannya,” ungkap H Dhanun, Selasa (23/1).

Baca Juga :  Mancing Tamban Mania (MTM) Digelar 2019

Ia menambahkan, penyampaian keluhan nelayan kepada tim Dirjen KKP direspon langsung saat menggelar rapat bersama anggota DPRD Anambas. Seketika itu, rapat dari pihak Dirjen KKP menghubungi petugas KKP yang berada di Batam untuk segera mengirim tim Satgas ke lokasi yakni ke laut perairan Anambas.

Ia juga menceritakan, nelayan yang menggunakan kapal dengan kapasitas muatan di atas 30 Gross Ton (GT) harus memiliki izin Kementerian.

Selain itu dan area tangkap di atas 12 mil, tapi jika di bawah 30 GT harus izin pihak Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepri sebagai pengawasan dengan jarak tangkap 12 mil ke bawah.

Baca Juga :  Jalan Desa Rewak Tunggu DAK

”Kalau kapal muatan 30 GT, area tangkap 12 mil keatas dan izinnya harus Kementerian, 30 GT ke bawah area tangkap 12 mil ke bawah. Kapal pukat Mayang yang berada di perairan laut Anambas berdasarkan laporan nelayan bermuatan sekitar ratusan ton,” jelas H Dhanun.

Ia juga menyampaikan, kapal pukat mayang berani menangkap ikan di area 1 sampai 2 mil dari pantai. Hal itu sangat membuat para nelayan tempatan resah, dan merasa tidak terima atas prilaku kapal pukat mayang tersebut. Sehingga, harus diatur dan ditindak sesuai peraturan perundangan yang berlaku. (end)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here