Alamak.. Tagihan Listrik Membengkak

1
2085
CEK METERAN: Petugas PLN Tanjungpinang didampingi pihak kepolisian saat memeriksa meteran listrik pelanggan. Mereka memeriksa apakah terjadi pencurian arus listrik atau tidak yang dilakukan pelanggan. f-abas/tanjungpinang pos

Warga Tanjungpinang umumnya merasakan tagihan listriknya membengkak di bulan ini. Bahkan, pembengkakkanya mencapai 50 persen. Tak sedikitnya warga yang mengaku kaget dengan pembengkat harga itu.

TANJUNGPINANG – ”Saya kaget biasanya orang rumah banyar Rp 180 ribu per bulan. Tapi bulan ini naik lebih 100 persen. Kami harus bayar Rp 370 ribu,” kata salah satu pelanggan PLN, namanya tidak mau dikorankan, karena bertetangga salah satu pegawai PLN Tanjungpinang.

Ia juga heran, kenapa listrik naik cukup besar tapi tidak ada sosialisasi. Di Batam memang ada penolakan tarif listrik naik, tapi di Tanjungpinang tidak ada isu-isu tarif listrik naik, tapi pembayaran rekening membengkak.

”Kaget saja tiba-tiba membengkak, justru pemakaian berkurang karena musim hujan, AC kadang hidup kadang mati,” tegasnya.

Asisten Manajer Pelayanan dan Administrasi Area PLN Tanjungpinang M Anson mengatakan pemerintah pusat melaui PLN resmi mencabut subsidi bagi pelanggan PLN yang menggunakan daya 900 Volt Ampere (VA).

Baca Juga :  30 Rumah di Dompak Terendam Banjir

Aturan ini berlaku per Januari 2017. Dan, pemerintah melalui pihak kecamatan dan kelurahan terus melakukan sosialsiasi ditengah masyarakat.

”Ini kebijakan pemerintah dan setiap pemerintah Kota dan Kabupaten agar ikut memberikan semacam informasi bagi masyarakatnya bahwa pemerintah pusat telah melakukan aturan itu,” tegasnnya.

Kata dia, untuk mengalihkan sebagian dari subsidi listrik yang selama ini di berikan dicabut dengan maksud dialihkan kepada kegiatan-kegiatan yang sifatnya pembangunan infrastruktur kesehatan dan pendidikan serta lain sebagainya.

”Ini memang keputusan pemerintah pusat dan kami pihak PLN hanya menjalankan saja. Kalau ada pelanggan yang merasa tak mampu, bisa mendapatkan listrik subsidi dengan melapor ke pihak kelurahan dan kecamatan,” tegasnya.

Baca Juga :  Tiga Bus Damri Mangkrak

Dengan adanya pencabutan subsidi tersebut, ia menjelaskan sudah tentu masyarakat mengeluh.

”Ya karena ini memang ada kenaikan pembayaran listrik. Tentunya yang membayar lebih daripada biasanya yang biasanya Rp 50 ribu, bisa menjadi Rp 60 sampai Rp 70 ribu tentu keluhannya disitu,” jelasnya.

Sesuai tarifnya, Januari-Februari harga listrik Rp 790 per KWH, Maraet-April Rp 1.034 per KWH dan Mei ke atas RP 1.352 pe KWH untuk 900 VA.

”Data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) kalau di Tanjungpinang masih ada 5.338 pelanggan listrik yang mendapatkan subsidi listrik,” tegasnya.

Masih kata dia mulai Januari 2017, subsidi listrik untuk 18,7 juta pelanggan rumah tangga 900 VA (R-1 900 VA) akan dicabut, mereka semua harus membayar sesuai tarif normal seperti pelanggan 1.300 VA ke atas secara nasional. Sedangkan tarif listrik PLN jika tak disubsidi adalah Rp 1.460/kWh.

Baca Juga :  Seragam SD dan SMP Rp7 M

Artinya, setiap pelanggan listrik 900 VA menerima subsidi Rp 875/kWh, dikalikan dengan 124 kWh maka totalnya Rp 108.500 per bulan. Ketika subsidi dicabut, maka uang sebesar Rp 108.500 per bulan itu tanggungan pelanggan.

Dengan asumsi konsumsi listrik 124 kWh/bulan, rata-rata tagihan per bulan sekarang Rp 74.000 per bulan. Jika subsidi dicabut, ditambah Rp 110.000 maka tagihan menjadi sekitar Rp 180.000 per bulan.(ABAS)

Loading...

1 KOMENTAR

  1. Buka pagi tutup jam 2 siang. Klu telat beberapa hari aja udah ada surat prnagihan.

    Klu kami ikut aturan denda ttp di bayar.
    Cuma,, kenapa tutup jam 2 diang udah gak bisa bayar lagi.
    Karyawan malas melayani,, atau emang tutup jam segitu. Buat tagihan listrik bintan centre. Tg pinang bt 9.
    Tolong himbawan nya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here