Alat KIR Rusak, DPRD Meradang

0
677
Mobil pegawai Pemprov Kepri dan tamu saat parkir di halaman Kantor Gubernur Kepri Dompak, Tanjungpinang.f-suhardi/tanjungpinang

Alat uji KIR kendaraan milik Dinas Perhubungan rusak parah. Selain rusak, alat tersebut masih mengunakan sistem manual. Dua bulan terakhir tidak difungsikan.

TANJUNGPINANG – Bagi masyarakat yang akan melakukan KIR kendaraan, Dishub Tanjungpinang hanya bisa mengeluarkan surat pengantar, agar masyarakat melakukan KIR di Dinas Perhubungan Kota Batam di Batam. Tahun ini, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari KIR bisa berkurang. PAD dari KIR sebelumnya mencapai Rp400 juta. Hilangnya PAD KIR, membuat anggota dewan meradang.

Anggota DPRD Kota Tanjungpinang Ashady Selayar meminta kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tanjungpinang harus kreatif. Yakni, Dishub untuk mencari dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Supaya apa yang dibutuhkan bisa terpenuhi di Dishub Kota Tanjungpinang. Salah satunya, agar sarana dan prasana KIR kendaraan bisa tersedia, lagi.

Baca Juga :  Kesadaran Memakai Life Jacket Masih Minim

”Jangan berharap dari APBD Pemko Tanjungpinang saja. Tahu sendiri APBD kita terbatas,” kata Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Tanjungpinang, Ashady Selayar kepada Tanjungpinang Pos, Rabu (3/10).

Ia mengatakan, dirinya tidak tahu kalau Dishub Kota Tanjungpinang sudah tidak lagi melayani pengujian kendaraan bermotor disebut KIR. Ini dikarenakan alat pengujian bermotor yang dimiliki Dishub sudah rusak.

Atas informasi yang diterima, kader Partai Golongan Karya (Golkar) kota Tanjungpinang ini, menyayangkan sikap Dishub Kota Tanjungpinang tidak dapat lagi melayani pengujian kendaraan bermotor. Yakni untuk angkutan umum, seperti transpor, taksi, pikap, bus sampai dengan mobil lori dan truk.

Baca Juga :  Kapolsek Santuni Warga Sakit Stroke dan Gangguan Jiwa

Menurutnya, yang disayangkannya, adalah pendapatan berasal dari pelayanan pengujian kendaraan bermotor sudah tidak bisa menyumbangkan PAD untuk Tanjungpinang.

”Kita cari tahu dulu, berapa harga alat KIR itu,” sebut dia.

Sebelumnya, Kepala Dishub Kota Tanjungpinang, Bambang Hartanto mengatakan, ia tidak akan mengajukan ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI terkait alat pengujian kendaraan bermotor milik Dishub Kota Tanjungpinang sudah rusak. Alasannya, masih banyak daerah khususnya Dishub yang belum memiliki alat tersebut.

”Kita di sini (Tanjungpinang, red) khususnya di Provinsi Kepri, Batam juga punya alat KIR,” kata Bambang Hartanto saat berada di ruang kerjanya di Terminal Sungai Carang, belum lama ini.

Baca Juga :  Warga Pelantar Pasang Pembatas Rumah

Dishub Kota Tanjungpinang hanya bisa membantu untuk mengeluarkan hingga memberikan surat rerkomendasi kepada pemilik maupun sopir angkutan umum untuk melakukan KIR ke Batam. Karena hanya Batam yang bisa melakukan uji kelayakan kendaraan bermotor.

Memang, katanya, Dishub Kota Tanjungpinang tidak bisa lagi menyumbangkan PAD dari hasil pelayanan uji kelayakan kendaraan bermotor tersebut. Setiap tahun, Dishub Kota Tanjungpinang bisa menyumbangkan PAD dari hasil pelayanan tersebut sekitar Rp 400 juta. (ANDRI DS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here