Anak-anak di Karimun Suka Fly Pakai Komix

0
2007
Kemasan obat: Bekas kemasan obat batuk berserakan di salah satu tempat di Karimun. F-ALRION/TANJUNGPINANG POS

KARIMUN – LSM Sahabat Indonesia (Sado) Karimun meminta, agar Dinas Kesehatan (Dinkes) membuat edaran pembatasan usia pembelian obat batuk merek komix, antimo, bodrek dan lem kambing. Mereka khawatir obat-obat ini disalahgunakan oleh anak usia di bawah umur.

”Sudah mengkhawatirkan penggunaan komix antimo, destro, lem kambing. Kami menduga barang tersebut digunakan anak di bawah umur yang mengakibatkan anak-anak merasa fly atau tenang dan akhirnya tertidur di emperan jalan, lorong ruko dan aktivitas sekolah mereka terganggu,” kata aktivis LSM Sado Karimun, Linda.

Baca Juga :  Pawai Obor Meriahkan Tahun Baru Islam

Ia mencatat, sedikitnya ratusan anak di Karimun telah menggunakan pil destro, komix dan antimo. Obat obatan itu disalahgunakan anak anak. Hal itu dibuktikan dengan temuan bekas kemasan komix, antimo, pil destro di beberapa tempat sepi di Karimun.

Masih kata Linda, persoalan ini telah disampaikan kepada Bupati Karimun Aunur Rafiq beberapa waktu lalu. Bupati juga memberikan dukungan kepada Sado untuk bersama menangani persoalan ini, karena bisa merusak mental anak-anak ke depan.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Karimun, Rahmadi mengaku telah membuat edaran melalui puskesmas. Yang berisi imbauan kepada toko, kedai, toko moderen untuk tidak menjual jenis obat-obatan.

Baca Juga :  Rumah Terbakar, Harta Benda Hangus

Karena tidak sesuai dengan aturan, yang dibenarkan menjual obat obatan adalah toko obat dengan izin lengkap dari Dinas Kesehatan.

”Tinggal mengedarkan saja, imbaunya saya sudah teken,” kata dia.

Ia membenarkan mendapatkan kabar dan telah bertemu dengan anak yang menyalahgunakan pemakaian komix, antimo, destro, lem kambing. Ia mengaku cukup prihatin mengetahui hal tersebut dan meminta dukungan semua pihak. (yon)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here