Anggaran Tak Cair, Atlet Porprov Makan Mie Instan

0
394
DUA atlet muaythai saat bertanding di Porprov Kepri, Senin lalu. f-suhardi/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Banyak suka duka pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-IV Kepri, yang digelar 25 November sampai 2 Desember mendatang. Perhelatan Porprov kali ini sederhana.

Atlet makan mie di Tanjungpinang. Belum lama ini salah satu orangtua atlet asal Kabupaten Bintan mencurahkan isi hatinya. Di Bintan, kata dia, Bupati Bintan menargetkan kontingen asal Bintan harus masuk sebagai juara umum dua, di ajang Porprov ke-IV ini.

Curhat bersama koran Tanjungpinang Pos, bagi dirinya, mimpi yang besar harus dibarengi kerja dan pengorbanan yang ikhlas.

”Dari rumah saya inisiatif bawa telur ayam sepuluh butir untuk konsumsi anak saya makan. Saya tak percaya sebelumnya, kalau anak kita, sudahlah digebukin, setelah itu tidak dikasih makan,” cerita salah seorang atlet muaythai tersebut.

Ini adalah salah satu realita yang ditemukan dan dirasakan selama ivent bergengsi ini berlangsung. Mulai dari, tidak dapat bonus, anggaran Poprov belum dicairkan, sampai banyak atlet yang hanya dipilih berdasarkan kedekatan, comot sana, comot sini, bukan karena keahlian yang dilakukan lewat seleksi.

Baca Juga :  Candra Serahkan Berkas Pencalonan ke DPC PDIP Batam

Gubernur Kepri H Nurdin Basirun berjanji tetap bersemangat mengukir prestasi, meskipun keterbatasan anggaran yang ada.

Nurdin meminta para atlet serta pelatih tetap menjunjung tinggi sportivitas dalam bertanding. Dirinya juga meminta agar selama pelaksaan perlombaan seluruh pelatih melihat dan menyeleksi para atlet yang berbakat untuk mewakili Provinsi Kepri menuju ivent nasional, diantaranya Popwil di Bengkulu 2019 dan serta Pekan Olaharaga Nasional (PON) 2020di Papua Barat.

Tak lupa Nurdin juga meminta kepada pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (Koni) Provinsi untuk tidak berkecil hati, karena keterbatasan anggaran, dia menyadari bahwa memang ivent olahraga tidak terlepas dari anggaran yang memadai.

”Jangan merajuk gitu lah. Sebagai sahabat saya kan udah janji, jangan bersedih pula,” ujar Nurdin sambil tertawa.

Baca Juga :  38 Caleg DPRD Provinsi Dicoret KPU

Candaan seorang Gubernur Kepri ini, apakah memang ngejek pengurus KONI Kepri yang selama ini hanya diam berpangku tangan, atau memang sindiran Nurdin yang mengkritik kinerja KONI, agar dalam pelaksaan ivent olahraga tidak hanya mengandalkan modal dari pemerintah, melainkan harapan Nurdin agar KONI harus berani menggali dan mengajak bekerjasama pihak swasta untuk mendukung ivent Olahraga di Kepri ini.

”Bersama-sama, (libatkan swasta, red) karena ivent olahraga ini tidak terlepas dari biaya yang besar. Terakhir hasil yang kita dapat, adalah prestasi. Daerah kita ramai dikunjungi wisatawan, ekonomi makin maju, Kepri sejahtera,” sebut Nurdin waktu pembukaan Porprov.

Inti persoalan Porprov 2018 ini, minimnya anggaran. Sudah minim hingga pelaksanaan pertandingan, anggaran untuk masing-masing cabor belum dicairkan.

Banyak atlet hingga official yang hanya minum air putih dan makan mie instant. Panitia sering meninggalkan venue, lantaran sering disinggung terkait profesional pertandingan.

Baca Juga :  Lis Darmansyah Ketua Sementara DPRD Kepri

Sekdaprov Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemprov Kepri, H TS Arif Fadillah kaget saat mendengar bahwa anggaran Porprov belum mencair sampai H-5 pertandingan saat ini.

”Iya ya belum cair, saya baru tahu ini,” ujarnya ketika ditanya soal belum cairnya anggaran pelaksanaan Porprov Kepri ke IV 2018.

Arif berjanji, ia akan menanyakan hal itu ke Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemerintah Provinsi Kepri. Ia mengaku tidak mengetahui secara persis penyebab belum cairnya anggaran tersebut.

Kembali kepada tema yang diusung KONI Kepri, untuk pelaksanaan Porprov 2018 ini. Sederhana, Mandiri dan Prestasi. (ais)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here