Anggota Dewan Langsung Dibui

0
1006

Anggota DPRD Bintan, Arif Jumana akhirnya dieksekusi tim eksekutor dari Kejari Tanjungpinang dan dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tanjungpinang di Batu 18, Bintan.

TANJUNGPINANG – KEPALA Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Tanjungpinang, Supardi mengatakan, sudah dilakukan eksekusi, Selasa (18/4) sore di Lapas Batu 18 Bintan.

Eksekusi terpidana satu tahun penjara pemilik dan pengguna narkoba jenis sabu, Arif Jumana, dilakukan tim Jaksa Eksekutor Kejaksaan Negeri Tanjungpinang atas penolakan Kasasi terdakwa di MA yang sudah berkekuatan hukum tetap.

”Arif Jumana datang memenuhi panggilan Jaksa yang kedua sore dan langsung kita eksekusi ke lapas,” katanya. Rabu (19/4).

Arif Jumana sebelumnya ditangkap anggota Satnarkoba Polres Bintan di kawasan Kolam Renang, Sei Lekop Bintan bersama dua rekan wanitanya, Suhartini dan Sherli 9 September 2014 lalu. Dalam penggerebekan itu, polisi menemukan paket sabu dan alat hisap.

Dalam putusan PN Tanjungpinang menghukum terdakwa Arif Jumana dengan hukuman enam bulan rehabilitasi atas kasus kepemilikan dan penggunaan narkoba jenis sabu sesuai dengan dakwaan melanggar pasal 127 ayat 1 UU nomor 35 tahun 2009 tentang Narkoba.

Baca Juga :  PAUD Pelita Insani Dapat Perlengkapan Sekolah Gratis

Putusan majelis hakim tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), yang sebelumnya menuntut dengan hukuman 10 bulan rehabilitasi, akhirnya Jaksa mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) di Riau, Pekanbaru.

Humas Pengadilan Negeri Tanjungpinang Santonius Tambunan menyebutkan, putusan MA itu tertuang dalam putusan nomor 2323K/Pid.Sus/2015 yang diketuai Majelis Hakim MA, Prof DR Surya Jaya SH MHum dan PP Santos Wichjoe pada Senin, 27 Juni 2016.

”Putusan sampai ke PN Tanjungpinang, pada 16 Maret 2017 dan disampaikan kepada JPU pada 20 Maret 2017,” ungkapnya.

Dalam putusannya, Hakim MA menyatakan, menolak permohonan Kasasi terdakwa, membebankan biaya perkara pada terdakwa.

Fraksi PAN Belum Bahas PAW Arief
Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Bintan Hesti Gustrian mengatakan, dirinya belum bertemu secara langsung dengan Arief Jumana setelah ditahan atau menyerahkan diri ke Lapas Km 18 Kijang.

Baca Juga :  Ayo, Wujudkan Rasa Aman, Anak Pintar, Keluarga Sehat

Namun, Hesti sudah mendapat informasi tentang penahanan Arief di Lapas itu, Selasa (18/4) malam lalu.

”Saat saya mendapat informasi ditahan di Lapas, saya langsung menghubungi yang bersangkutan dan istrinya. Tapi tak ada jawaban,” kata Hesti, Rabu (19/4) kemarin.

Dalam hal ini, Hesti menyatakan, Fraksi PAN belum bisa mengambil keputusan. Termasuk dari DPD PAN Bintan, belum ada kebijakan terhadap Arief Jumana, yang tersandung kasus narkoba itu.

”Yang jelas, saya selaku Ketua PAN Bintan sudah menghubungi Pak Hamid Rizal sebagai Ketua DPW PAN Kepri,” ujar Hesti.

Saat berkoordinasi internal partai itu, Hesti belum bisa menjawab tentang Pergantian Antar Waktu (PAW) Arief Jumana dari anggota DPRD Bintan. Karena, PAW itu merupakan kewenangan pimpinan di DPW (provinsi) dan DPP PAN (pusat).

Baca Juga :  Pramuka Kwarcab Bintan Dilatih Bikin Berita

”Nanti lah, kita tunggu putusan dari DPP. Sekarang saya masih dinas luar,” tegas Hesti.

Sebelumnya, Arief Jumana anggota DPRD Bintan asal Fraksi PAN menyerahkan diri ke Lapas Km 18 Kijang. Arief langsung ditahan, untuk menjalani hukuman, sesuai putusan lembaga terkait.

Saat menyerahkan diri ke Lapas, Arief didampingi pengurus partainya Herly, Selasa sore.
Kepala Lapas Tanjungpinang, Darwin Tampubulon menyampaikan, terpidana Arif Jumana sudah masuk dalam Lapas Tanjungpinang.

Selama seminggu ini, Arif ditahan di tahanan umum untuk menjalani tahap pengenalan. Setelah masa pengenalan, Arief akan dibawa ke lapas khusus narkotika bersama terpidana narkoba lainnya.(RAYMON-YENDI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here