April, Tarif Baru Mulai Ditagih

0
912

PLN Bantu Terangi Hinterland

BATAM – PLN Batam mulai menyesuaikan tarif dengan menerapkan tarif baru mulai Maret untuk pembayaran April 2017. Seiring penyesuaian tarif itu, PLN Batam berjanji akan meningkatkan pelayanan. Selain itu, PLN Batam akan membantu menerangi hinterland. Seperti Sijantung, Sembulang dan Kecamatan Belakangpadang.

Corporate Secretary PLN Batam, Samsul Bahri, berjanji, pihaknya akan terus berupaya untuk meningkatkan mutu dan kehandalan ketersediaan listrik di Batam. Mereka akan meningkatkan mutu pelayanan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Kepri melalui Pergub TMP nomor 22 Tahun 2017.

”Peningkatan mutu pelayanan menjadi penekanan Gubernur dalam Pergub. Itu menjadi perhatian kita dan akan kita jalankan,” tegas Samsul, Selasa (4/4).

Disampaikan, dengan adanya penyesuaian tarif listrik ini, pihaknya akan memperoleh pendapatan yang wajar. Pendapatan untuk mendukung operasional penyediaan tenaga listrik di Batam dan sekitarnya. PLN Batam juga membantu pemerintah untuk meningkatkan rasio elektrifikasi di Keprri.

”Untuk Pulau Batam sendiri rasio elektrifikasi telah mencapai 97 persen. Kita diintruksikan untuk menyalurkan listrik ke mainland-mainland. Kita akan merangkai pulau dengan kelistrikan,” bebernya.

Sementara, untuk mengantisipasi komplain dari pelanggan, pihaknya juga akan menambah pelayanan di aduan konsumen.

”Berharap masyarakat bisa memahami dan maklum dengan kenaikan listrik. Ini demi menjaga ketersediaan listrik di Batam ke depannya,” harapnya lagi.

Samsul membantah jika kenaikan tarif listrik dilakukan diam-diam. Alasannya, pembahasan tarif sudah dilakukan sejak tahun lalu. Selain itu, rekomendasi dari DPRD Kepri sudah dikeluarkan dan dipublikasikan beberapa waktu lalu melalui media.

”Perkara diam-diam, tidak ada diam-diam. Orang sudah setahun kita ajukan,” imbuhnya.

PLN Batam memberlakukan penyesuaian tarif listrik untuk pemakaian bulan Maret dan tagihan bulan April, sesuai Pergub nomor 21 tahun 2017. SK itu ditandatangani Gubernur Kepri, Nurdin Basirun pada 1 Maret 2017.

”Peyesuain tarif akan dilakukan dalam dua tahap sesuai rekomendasi dan petunjuk teknis Pemprov Kepri. Tahap pertama, yakni sekitar 30 persen dan tahap kedua sekitar 15 persen pada bulan Juni mendatang,” ujar Syamsul.

Walau tarif naik, namun Samsul menegaskan, tarif listrik Batam lebih rendah dibanding tarif nasional. Penyesuaian tarif yang dilakukan PLN Batam untuk segmen rumah tangga konsumtif R1/1300 VA dari sebelumnya Rp930.74 per kWh menjadi Rp1.210 per kWh, dan tahap kedua nanti menjadi Rp1.352. kemudian untuk R1/2200 VA dari Rp970.01 per kWh menjadi Rp1.261 per kwh, dan tahap kedua menjadi Rp1.360.

Sementara, untuk daya di atas 2200 VA dari Rp1.436 per kWh menjadi Rp1.508 per kwh. Dan ntuk S3 Sosial Komersil 200 kVa ke atas dari Rp843 per kWh menjadi Rp885 per kWh. Untuk kedua daya tersebut hanya menurut Samsul hanya mengalami kenaikan satu kali sehingga pada Juni mendatang tarif tidak akan berubah.

”Angka kenaikan tarif listrik Batam tersebut masih di bawah rupiah per kWh PLN (Persero) atau nasional yang mencapai angka Rp1.467 per kWh seperti berlaku di Tanjungpinang serta Belakangpadang,” jelasnya lagi.

Diakui, saat ini, sambungnya, kebutuhan listrik golongan rumah tangga lebih besar dan terus tumbuh setiap tahunnya melebihi kebutuhan listrik golongan industri.

Pada tahun 2015 kebutuhan listrik golongan rumah tangga sebesar 32 persen, tahun 2016 sebesar 37 persen. Sedangkan golongan industri dari 32 persen pada tahun 2015 turun menjadi 25 persen.

”Inilah yang menjadi salah satu pertimbangan mengapa perlu dilakukan penyesuaian tarif,” jelasnya.

Sementara Kurnia Rumdhony General Manajer Service Business Unit PLN Batam mengatakan, terkait Pergub yang keluar Maret dan baru disampaikan ke publik pada malam sebelumnya, untuk mengantisipasi pembelian token pulsa, secara besar-besaran.

”Kenapa kami baru memberikan keterangan hari ini. Karena kalau kita bilang pada Maret kalau tentu yang pakai token pulsa akan berbondong-bondong membeli pulsa banyak. Dan tentu tidak adil bagi yang pasca bayar,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi komplain dari pelanggan pihaknya juga akan menambah pelayanan di aduan konsumen. Samsul juga berharap masyarakat bisa memahami dan maklum. ”Ini demi kenaikan listrik demi menjaga ketersediaan listrik di Batam ke depannya,” imbuhnya.(MARTUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here