Asrama Mahasiswa Sedang Dibangun

0
1087
MEMASAK: Mahasiwa jurusan Food and Beverage saat praktik memasak di dapur Kampus BTP. F-ISTIMEWA

Batam Tourism Polytechnic Terima Mahasiswa Baru 

BATAM – Batam Tourism Polytechnic (BTP) Batam mulai menerima mahasiswa baru untuk program reguler yaitu D-IV Room Division Management, D-IV Food and Beverage Management dan D-IV Culinary Management.

Selain itu, telah dibuka juga program eksklusif D-I untuk yang ingin memiliki keahlian di bidang perhotelan sebagai modal untuk bekerja.
Sekretaris Yayasan Vitka, Asrizal sebagai pengelola BTP menuturkan mahasiswa yang belajar di BTP bukan hanya teori, namun juga langsung mempraktikkannya.

Fasilitas dan suasana di kampus BTP layaknya di restoran sebenarnya. Para waiterss siap melayani dan memperkenalkan dirinya.

”Selamat siang bapak, ibu. Saya Tia waiterss yang akan melayani bapak dan ibu siang ini. Kami menyediakan beberapa menu pembuka, menu pendamping, menu utama, dan menu penutup,” ujar Tia kepada wartawan yang hadir saat konferensi per, Minggu (7/5).

Setelah menerima menu pesanan, waiterss akan menyampaikan kepada koki yang merupakan mahasiswa-mahasiswi dari jurusan Food and Beverage. Ini juga sebagai bentuk pratik kerja langsung.

”Semua menu akan dihadirkan, dan nanti terakhir akan ada penilaian mengenai pelayanan mereka,” tambah Bobo sapaan akrabnya tersebut.

Setelah lulus menimba ilmu, setiap jurusan sudah target tempat kerja. Ia memberi contoh jurusan Room Division Management diproyeksikan akan menjadi pengusaha atau manager di bidang perhotelan dan usaha.

Baca Juga :  LIPI dan Kampus Sepakat Selamatkan Dugong di Bintan

Food and Beverage Management diproyeksikan menjadi pengusaha, manager di bidang perhotelan dan perindustrian makan dan minum seperti villa, apartement, kapal pesiar, bandara, penerbangan, dan Culinary Management diperuntukkan untuk menjadi pengusaha executive chef di industri makanan dan minuman.

Beberapa mahasiswa D4 BTP kini magang di luar negeri, seperti di Qatar, Dubai, Johor (Malaysia), dan Bali. Bahkan beberapa diantara Mahasiwa BTP mendapat predikat The Best Traine. Kehadiran mereka mendapat apresiasi besar dari pihak perhotelan, restoran di sana.

”Inilah keunggulan mahasiswa karena sudah diminta bekerja di luar negeri. Ini satu penghargaan yang sangat besar. Kebanggaan bagi kita semua di Batam, Kepri umumnya. Tenyata, SDM lokal (Kepri) sangat diminati dan dihargai user (pengusaha, pengguna, red) di luar negeri,” kata Bobo.

Keunggulan lain yang dimiliki BTP adalah program 6+6. Maksudnya, mahasiswa belajar selama enam bulan di BTP, kemudian enam bulan lagi magang di luar negeri. Ini khusus untuk program studi (prodi) Culinary Professional, Sebanyak 15 mahasiswa 6+6 ini sudah magang di hotel dan restoran Malaysia.

Baca Juga :  Empat Doktor Bersaing Calon Rektor UMRAH

”Selain mahasiwa dari Buton, juga ada dari Siak, Meranti, Karimun, mereka mendapatkan beasiswa dari pemerintah daerah masing-masing. Kita juga mengharapkan Pemko Tanjungpinang dan Pemkab Bintan, mengirimkan pelajarnya untuk kuliah di BTP,” tegasnya.

Ditegaskan dia, BTP berdiri di atas lahan 13,6 hektare dan mengusung konsep green campus bertaraf internasional. Kampus ini dilengkapi fasilitas penunjang praktikum seperti kamar hotel berkelas (suite room), dapur utama (main kitchen), dapur dingin, dapur panas, pastry, bakery, restoran, bar dan lounge serta penunjang lainnya.

BTP memiliki daya tampung 100-200 mahasiswa. Semakin cepat mendaftar di BTP, biaya SPP-nya semakin murah. SPP juga bisa dicicil. Manajemen BTP juga membuka kesempatan mendaftar setiap hari.

BTP juga memiliki program D-IV berjenjang dari lulusan D-III, serta program profesioanal 6+6, serta Hospitality Training Cruiseline untuk Culinary selama 3 bulan dan house keeping selama 2 bulan.

”Masiswa yang belajar di BTP nanti akan tinggal di asrama,” tegasnya.

Kata dia, untuk mempercepat pembangunan asrama, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono bersama dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi (Kemenpan-RB), Asman Abnur melakukan peletakan batu pertama pembangunan asrama, Jumat (5/5) kemarin.

Baca Juga :  Penelitian LIPI & UMRAH Selesai

Direncanakan pembangunan asrama tiga lantai yang di peruntukan untuk pria ini akan rampung pada Oktober 2017 dan mampu menampung 136 mahasiswa. Asrama ini nanti dilengkapi dengan meja belajar. Serta dibangun dengan konsep moderen. Pembangunan asrama mahasiswa sangat bagus, untuk menunjang pembelajaran mahasiwa yang baik. Contoh di ITB, UGM, Erlangga, Umrah dan sekarang di BTP.

Pembangunan asrama mahasiswa bertujuan membangun pendidikan yang lebih baik. Di Batam tentu mahasiswanya dari berbagai pulau-pulau dan berbagai suku dan agama. Asrama ini sangat penting dapat dijadikan sarana untuk mempererat pertemanan dan mengenal satu sama lain dari berbagai budaya, agama dan suku. Mereka dituntut harus memahami pariwisata minimal daerah masing-masing.

”Enam bulan asrama ini sudah siap. Ini kesempatan bagi masyarakat Kepri untuk memanfaatkan BTP sebagai kampus untuk mengukir skill di bidang pariwisata,” tegasnya.

Mahasiswa yang belajar di BTP bukan hanya dari Pulau Sumatera namun ada juga dari Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara.(ABAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here