Bagi Hasil Migas Naik Rp 43 Miliar

0
859
Aswandi

ANAMBAS – BADAN Keuangan Daerah (BKD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Anambas, hingga kini belum bisa mengungkap berapa total asumsi pendapatan daerah pada tahun 2018 mendatang.

Meski demikian, pada tahun depan dana perimbangan khususnya dari sektor dana bagi hasil migas mengalami kenaikan. Hal itu diungkapkan Kepala BKD Pemkab Anambas Azwandi, Kamis (12/10). Ia menerangkan, tahun 2016 lalu dana bagi hasil sektor migas hanya sekitar Rp 7,6 miliar.

Dengan rincian, yakni sektor perminyakan Rp 2,5 miliar dan dari sektor gas sebanyak Rp 5,1 miliar. Namun, pada Perubahan APBD tahun ini mengalami kenaikan menjadi sekitar Rp 50 miliar atau naik sekitar 43 miliar.

Baca Juga :  Haris Siapkan Nama Pejabat untuk Dimutasi

”Berdasarkan Perpres no 86 tahun 2017, yang keluar pada saat perubahan APBDP kemarin, pendapatan bagi hasil naik menjadi Rp 50 miliar. Sekitar Rp 42 miliar lebih dari sektor gas dan sekitar Rp 7 miliar lebih dari sektor minyak,” terang Azwandi.

Adanya Perubahan APBD tahun ini, maka asumsi pendapatan sektor migas pada tahun depan masih berpatokan pada pendapatan tahun sebelumnya. ”Untuk dana bagi hasil tahun depan, kita masih berpatokan pada tahun ini,” ungkapnya lagi.

Sementara itu, Kepala Bidang Bagi Hasil BKD Anambas Abdul Kadir menjelaskan, jika hingga saat ini penetapan asumsi pendapatan masih membuat daerah bingung. Sebab, pemerintah pusat tidak mengirimkan rumusan penetapan besaran bagi hasil sektor migas.

Baca Juga :  Turis Meningkat, Warga Perkuat Gotong-royong

”Sampai saat ini tidak pernah tahu, tentang rumusan besaran dana bagi hasil. Ini berlaku di setiap kabupaten/kota,” ungkapnya.

Bila pemerintah pusat mengirim rumusan besaran dana bagi hasil, maka akan lebih mudah dalam menentukan asumsi pendapatan khusus dari sektor migas.(INDRA GUNAWAN)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here