Bangun Homestay, Bisa Pinjam Puluhan Juta

0
348
RUMAH di Teluk Keriting Tanjungpinang akan dibangun homestay.f-raymon/tanjungpinang pos

Kemenpar Siapkan KUR Untuk 12 Bidang Jenis Usaha Bidang Pariwisata

Pihak Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendorong pengembangan homestay atau rumah tinggal penduduk untuk wisatawan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pemilik homestay bisa memanfaatkan (KUR) untuk 12 bidang usaha sektor pariwisata.

BATAM – Hal ini disampaikan Asisten Deputi Investasi Pariwisata Kementerian Pariwisata, Hengky Manurung dalam sosialisasi dan coaching clinic KUR Sektor Pariwisata di Hotel Da Vienna Batam, Kamis (2/5).

”Homestay bisa. Di Yogya kita sudah dapat. Mereka gunakan KUR ini untuk penyediaan fasilitas di homestay sendiri,” kata Hengky.

12 bidang usaha sektor pariwisata yang bisa memanfaatkan KUR itu jasa transportasi wisata, jasa perjalanan wisata, jasa makanan minuman dan penyediaan akomodasi.

Selain itu, kegiatan hiburan dan rekreasi, usaha meeting incentive convention exhibition (MICE), jasa informasi pariwisata, jasa konsultan pariwisata, jasa pramuwisata, wisata tirta, serta industri kerajinan dan pusat oleh-oleh.

Baca Juga :  Bulan Ini, Sudah Bisa Lelang Proyek

”Di bawahnya masih ada 44 sub bidang lagi. Sampai industri kerajinan pun kita biayai,” tuturnya.

Contoh lain pemanfaatan KUR sektor pariwisata adalah bidang transportasi pariwisata. Seperti yang sudah disalurkan ke penyedia layanan transportasi laut di Labuan Bajo. Dana KUR ini dimanfaatkan untuk perbaikan kapal wisata.

”Yang penting dapat dimanfaatkan sebagai alat produksi. Jadi kalau punya usaha angkutan wisata juga bisa ajukan. Kita coba, kalau bank setuju, bisa dapat. Jadi bentuknya bukan seperti kredit kendaraan bermotor tapi sebagai modal kerja,” terangnya.

Hengky mengatakan KUR Sektor Pariwisata ini adalah terobosan pemerintah pada akhir 2018. Berdasarkan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian disebutkan bahwa pariwisata bisa masuk sebagai sektor yang menerima penyaluran dana KUR.

Sosialisasi dan coaching clinic seperti ini sudah dilakukan di 17 kota. Selain 10 destinasi pariwisata prioritas, sosialisasi juga dilakukan di kota-kota perbatasan yang menjadi pintu masuk wisatawan mancanegara (wisman) seperti Batam.

Baca Juga :  Panlih Konsultasi Lagi ke Mendagri

”Sampai sekarang sudah banyak yang digelontorkan hampir Rp70 miliar. Dan terus bergulir. Kita salurkan tak hanya di kota laku jual, tapi juga daerah lain. Seperti di Labuan Bajo kita sudah salurkan Rp1,5 miliar, jenis usahanya kapal dan sebagainya. Di Batam untuk menarik 2,5 juta wisman seharusnya sudah dapat KUR ini,” ungkap Hengky.

Tahun 2019 kementerian menargetkan penyaluran KUR Sektor Pariwisata bisa mencapai Rp100 miliar. Hengky menjelaskan sasaran KUR Pariwisata ini adalah usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Karena UMKM terbukti menjadi sektor yang paling kuat menopang ekonomi. Dengan ada suntikan modal seperti ini diharapkan masyarakat bisa meningkatkan usahanya.

Hengky mengajak pelaku usaha pariwisata di Batam untuk memanfaatkan fasilitas pembiayaan tersebut. Karena bunga yang ditetapkan sangat rendah yaitu 3,56 persen maksimal 7 persen per tahun.

Baca Juga :  Tiga Daerah Segera Jadi KEK

Biaya yang bisa diberikan mencapai Rp25 juta untuk KUR mikro dan sampai Rp500 juta untuk KUR retail.

”Dan bisa tak hanya Rp25 juta dengan jaminan tambahan. Prosesnya tak lama, 2-3 hari saja. Syarat tak sulit, surat izin usaha dari kelurahan juga sudah bisa. Cash flow, rekening koran bisa jadi dasar,” kata dia.

Persyaratan penyaluran KUR diatur dalam Permenko Perekonomian nomor 9 tahun 2016 tentang Pedoman Pelaksanaan KUR.

Syaratnya antara lain mempunyai usaha produktif dan layak serta telah berjalan aktif minimal 6 bulan.(MARTUA BUTAR BUTAR)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here