Bangun UTD, Warga Tak Perlu Dirujuk

0
331
BUPATI Bintan H Apri Sujadi meninjau sistem pelayanan RSUD Bintan, di Kijang, Kecamatan Bintan Timur, belum lama ini. f-istimewa/kominfo bintan

Peningkatan Sarana Pelayanan di RSUD Bintan

BINTAN – PEMKAB Bintan akan melengkapi bangunan sarana kesehatan Unit Transfusi Darah (UTD), di RSUD Kabupaten Bintan, di Kijang, pada tahun anggaran 2018 ini. Pembangunan UTD senilai Rp 3,1 miliar itu, untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Bintan, yang mendapatkan program kesehatan gratis.

”Kalau sudah ada UTD, pelayanan di RSUD semakin baik. Untuk transfusi darah, tak perlu lagi warga Bintan dirujuk ke rumah sakit lain,” kata H Apri Sujadi, Bupati Bintan, Minggu (11/3) kemarin.

Bupati menerangkan, tahun anggaran 2018 ini, beberapa infrastruktur kesehatan akan dibangun guna melengkapi sarana prasarana yang ada. Seperti di RSUD Bintan, setelah meningkatkan tipenya, Pemkab Bintan akan membangun 1 UTD. Sarana ini sangat diperlukan, untuk mengatasi persediaan darah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD. Serta memberikan pelayanan kepada pasien yang memerlukan darah, seperti akibat kecelakaan maupun penyakit lainnya.

”Selama ini, kita mencari darah itu terfokus kepada PMI di Tanjungpinang. Kalau ada pasien kecelakaan lalu lintas, selalu dirujuk karena memerlukan transfusi darah. Kalau sudah ada UTD, tak perlu lagi di rujuk ke Tanjungpinang,” jelas H Apri Sujadi.

”Selain pembangunan 1 UTD di RSUD Bintan, tambah H Apri Sujadi, Pemkab Bintan akan merenovasi Puskesmas Teluk Sebong, menjadi bangunan dua lantai,” tambahnya.

Kepala Dinas Kesehatan Bintan dr Gama Isnaini menjelaskan, pembangunan 1 UTD akan menelan anggaran sekitar Rp 3,1 miliar. Anggaran tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK). UTD ini dilengkapi pelbagai alat kesehatan dan sarana prasarana pendukung, seperti genset dan juga 1 unit mobil operasional.

”Untuk membangun unit transfusi darah itu diperkirakan memerlukan biaya Rp 3,1 miliar. Sdangkan renovasi puskesmas Teluk Sebong di Desa Seikecil, diperkirakan menelan anggaran Rp 3,5 miliar,” sebutnya.

Direktur RSUD Kabupaten Bintan dr Beni Antomy SpAn merasa senang, dengan rencana pembangunan 1 UTD di RSUD itu. Fasilitas ini jelas meningkatkan mutu pelayanan, serta mempercepat proses pelayanan tranfusi daerah, untuk pasien rumah sakit.

”Pembangunan UTD ini sangat penting, guna mengantisipasi jika ada pasien gawat darurat, yang memerlukan transfusi darah dalam waktu cepat. Sehingga, pasien tak perlu dirujuk, dalam kondisi gawat darurat untuk memerlukan darah,” sebut Beni.(YUSFREYENDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here