Banjir Rob Lumpuhkan Pasar dan Pemukiman

0
1068
Warga melintas di genangan air banjir rob di kawasan bisnis Kota Lama, Jumat (22).f-raymon/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Banjir rob menerjang kawasan bisnis Kota Lama Tanjungpinang, Jumat (2/2). Pasang air laut ini juga menerpa kawasan pemukiman warga. Terutama yang tinggal di daerah pesisir. Seperti Tanjungunggat dan sekitarnya.

Akibatnya, aktivitas perekonomian warga menjadi lumpuh. Pasalnya, genangan air menyulitkan apapun aktivitas yang mereka kerjakan. Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, Geofisika ( BMKG) Tanjungpinang mengimbau warga tetap waspada kemungkinan-kemungkinan dampak potensi cuaca ekstrem yang muncul dari fenomena gerhana bulan atau super blue blood moon pada Rabu (31/1) kemarin.

Yanto, pedagang buah-buahan di kawasan bisnis Kota Lama Tanjungpinang pasang rob atau banjir air laut saat ini lebih tinggi dibandingkan banjir rob pada tahun lalu. Beberapa ruas jalan di pusat bisnis terendam air laut yang meluap hingg ke darat. ”Tahun lalu masih rendah, sekarang naik lebih dari mata kaki orang,” katanya.

Baca Juga :  Personel Lantamal IV Tanjungpinang Perbaiki Musala

Karena pasang rob terjadi siang hari, dampaknya daya beli masyarakat di Pasar khususnya jalan Pelantar II, lorong pasar dan Pelantar Alay berkurang.

Ia menyebutkan, banjir yang terjadi sejak pukul 09.00 biasanya bertahan hingga pukul 14.00. Dengan adanya banjir ini mengganggu aktivitas warga dan menyebabkan para pembeli enggan untuk masuk ke toko. ”Setiap tahun banjir sudah menjadi langganan,” sebutnya.

Pantauan di lapangan, sejumlah warga yang menggunakan sepeda motor memaksakan diri melewati genangan air. Banjir tidak bisa dihindari lantaran air laut yang pasang. Sehingga, seluruh selokan air penuh dan air terdorong hingga ke jalan raya.

Baca Juga :  Bintan Didesak Serahkan Aset

Selain pasar Tanjungpinang yang dibanjiri dengan air pasang daerah pesisir lainnya juga mengalami hal yang sama seperti daerah batu 8 tepatnya di Jalan Salam, Tanjung Unggat, Rawa Sari dan daerah pesisir lainnya.

Siti Rahmah warga Tanjungunggat menyebutkan, pasang besar sudah terjadi beberapa hari ini tapi baru kali ini bisa naik sampai rumah. Kemungkinan pasang tinggi ini dikarenakan adanya fenomena Supermon atau gerhana bulan besar.
Fenomena itu diyakini menaikan gelombang ombak yang tinggi.

Hingga akhirnya menyebabkan rumah-rumah tak jauh dari sungai muara laut di Tanjungpinang ini naik tinggi. ”Hari ini (kemarin) ada naik sampai kerumah-rumah, mungkin efek dari supermon,” jelasnya.

Baca Juga :  Disdukcapil Batasi Pelayanan, Warga Protes

Menurutnya, air laut pasang setinggi itu baru sekali terjadi dari tahun sebelumnya. Namun, kali ini terbilang yang terparah dan tidak menutup kemungkinan besok lebih besar lagi. ”Mau apa lagi. Kita tunggu saja gak sampai sore nanti juga sudah surut. Mudah-mudahan surut dan tidak ada lagi pasang,” ujarnya. (ray)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here