Batam Jadi Pusat Pelatihan Pengelasan Migas

0
920
Peresmian: Peresmian pusat Pengelasan Industri Migas di SMOE, Nongsa kemarin. F-istimewa/humas bp batam

BATAM – Batam kini memiliki pusat pelatihan pengelasan industri migas pertama di Indonesia. Keberadaan pusat pelatihan ini dimaksud untuk menanamkan nilai-nilai kompetensi sumber daya manusia terhadap peningkatan daya saing industri khususnya pada sektor migas.

Pusat pelatihan pengelasan atau welding centre migas pertama itu dihadirkan PT SMOE Indonesia di Batam. Welding centre itu disediakan di Kawasan Industri Terpadu Kabil, Batam dan diresmikan, Selasa (4/4).

”Pembangunan pusat pelatihan ini yang pertama kali di Indonesia. Ini kita bagun untuk meningkatkan kompetensi pekerja khusus di bidang pengelasan dengan standar Internasional,” ungkap Komisaris Utama PT SMOE Indonesia, Hoo Nee Sin.

Disebutkan, keberadaan pusat pelatihan pengelasan tersebut merupakan satu fasilitas baru yang dibangun pihaknya setelah pusdiklat industri migas.

Pembangunan pusat pengelasan tersebut guna mendukung semua projek PT SMOE, yang berpusat di Singapura dapat dilaksanakan di Batam.

”Sehingga memberikan nilai tambah bagi tenaga kerja untuk produktivitas industri migas,” kata Hoo Nee.

Diakui pihaknya sudah memulai bekerjasama dengan Institusi lokal dan perguruan tinggi. Dengan tujuan untuk pengembangan pelatihan kemampuan dan wawasan bagi para tenaga kerja.

”Khususnya pada lingkungan industri bidang migas,” ungkapnya.

Hoo Nee Sin meyakini bahwa pihaknya telah banyak mencapai keberhasilan dalam meningkatkan sektor migas untuk Indonesia.

Dengan memiliki tenaga kerja lokal yang terampil, akan mendukung kerjasama perusahaan itu dengan perusahaan-perusahaan berpengalaman seperti Gajah Baru Field dan Chevron dalam industi platform migas berskala Internasional.

”Kami mengajak dan membuka diri baik perusahaan lokal, sub kontraktor, dan mitra dari negara Norwegia, Denmark, dan Skotlandia untuk dapat berinvestasi dan senantiasa bermitra dengan kami,” harapnya.

Wakil Kepala BP Batam, Agus Tjahajana menyambut baik pembangunan pusat pelatihan pengelasan pertama di Indonesia itu.

Disampaikan, perkembangan globalisasi mengharuskan sumber daya manusia, perlu dukungan standar sertifikasi bagi para pekerja.

Kemampuan khusus saat ini telah menjadi salah satu faktor penting sebagai bagian dari pertimbangan investor untuk menanamkan investasi di Kota Batam.

”Fasilitas ini akan bisa melatih para pekerja di Indonesia dan kemudian mendapatkan sertifikasi seperti yang diinginkan sehingga pelanggan (investor) mendapat kepuasan dan memang itu adalah persyaratan daripada sebuah proyek,” ungkap Agus, didampingi Deputi Bidang Pelayanan Umum, Gusmardi Bustami.

Sementara mantan Menteri Kelautan dan Perikanan RI periode 2009-2011, Fadel Muhammad yang juga selaku pemilik saham PT SMOE, mengatakan jika fasilitas tersebut merupakan pusat pengelasan yang pertama kali yang di bangun di Indonesia. Harapannya dapat mendukung kemajuan industri di dunia Internasional.

”Saya menceritakan Batam kepada Menteri ESDM dan dia sangat terkejut dan tidak dapat membayangkan bahwa Batam memiliki fasilitas yang begitu lengkap bertaraf Internasional,” lanjutnya.

Sementara, Direktur Utama Kawasan Industri terpadu Kabil, Peter Vincen menyambut baik keberadaan pusat pengelasan di kawasannya. Batam memiliki ketersediaan sarana dan prasarana yang lengkap dapat menghemat pengeluaran devisa.

”Dengan fasilitas lengkap kita bisa mengerjakan proyek Internasional di Indonesia sehingga devisa negara bisa kita safe,” ujarnya. (mbb)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here