Bauksit Hancurkan Terumbu Karang

0
951
BAUKSIT: Anak-anak sedang bermain di atas sampan. Nampak bekas lahan tambang bauksit di kawasan Kelong, Kecamatan Bintan Pesisir sangat dekat dengan laut. f-adly/tanjungpinang pos

DOMPAK – Jika tidak segera ditangani, maka bauksit akan merusak potensi laut terutama terumbu karang, ikan-ikan kecil dan bisa merusak ekosistem hingga membuat sulitnya ikan berkembang.

Dekan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan UMRAH Tanjungpinang, Dr. Agung Dhamar Syakti, S.Pi DEA mengatakan, dari penelitian yang dilakukan pihak UMRAH, sejumlah terumbu karang mulai rusak.

Kerusakan terumbu karang ini terutama di lokasi penambangan bauksit. Ketika hujan turun, air bercampur sedimen bauksit turun ke laut hingga merusak terumbu karang.

”Jika tak cepat ditangani, kerusakan terumbu karang kita akan meluas. Jika terumbu karang rusak, ikan juga akan berkurang,” ujarnya saat dihubungi via ponselnya, Rabu (19/4).

Sedimen (material atau pecahan) bauksit ini melayang-layang di dalam air dan ini merusak terumbu karang. Kondisi ini terjadi sejak tambang bauksit dibuka.

Baca Juga :  Walikota Dukung IMI Perbanyak Ivent

”Sekarang kita lihat lah kalau naik pesawat, Pulau Bintan ini sudah gundul. Tanahnya merah akibat bekas tambang bauksit. Kalau hujan turun, airnya masuk ke laut. Ini yang merusak potensi laut kita,” tambahnya.

Ia menyarankan, pemerintah secepatnya menghijaukan kembali bekas tambang bauksit yang menganga saat ini. Jika tidak, maka kerusakan ekosistem laut makin parah.

Dengan penghijauan, maka air hujan akan tertahan. Sehingga, sedimen bauksit tidak turun ke laut. Dengan demikian, terumbu karang bisa hidup kembali demikian biota laut yang kecil-kecil bisa berkembang.

Ikan kecil dan biota laut yang kecil-kecil tidak mampu bertahan di daerah yang mengandung bauksit. Karena itu, pembibitan ikan sulit berkembang apabila air lautnya sudah tercemari sedimen bauksit.

Baca Juga :  Ramadan Pertama, Nurdin ke Penyengat

Demikian juga dengan budidaya ikan akan sulit berkembang bila ada sedimen bauksit. Jadi, potensi laut itu sulit dikembangkan apabila bekas tambang bauksit masih dibiarkan tandus.

Di Kepri, ada beberapa tempat pembibitan ikan untuk budidaya. Namun, bibit ikan yang ada belum mencukupi untuk kebutuhan para pembudidaya. Sehingga, sebagian bibit ikan harus didatangkan dari luar.

Terkait hal ini, Agung mengatakan, tempat budidaya pembibitan ikan harus ditempatkan di lautan yang salah satunya bebas dari sedimen bauksit atau sedimen bebatuan lainnya.

Sekedar informasi, sedimen adalah material atau pecahan dari batuan, mineral dan material organik yang melayang-layang di dalam air, udara, maupun yang dikumpulkan di dasar sungai atau laut oleh pembawa atau perantara alami lainnya.

Baca Juga :  Ricuh, Demonstran Ditembak Gas Air Mata

Sedimen pantai dapat berasal dari erosi pantai, dari daratan yang terbawa oleh sungai, dan dari laut dalam yang terbawa oleh arus ke daerah pantai.

Dalam ilmu teknik pantai dikenal istilah pergerakan sedimen pantai atau transpor sedimen pantai.

Definisi transpor sedimen pantai adalah gerakan sedimen di daerah pantai yang disebabkan oleh gelombang dan arus yang dibangkitkannya.

Transpor sedimen pantai inilah yang akan menentukan terjadinya sedimentasi atau erosi di daerah pantai. (mas/net)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here