Bayar Iuran, Air Tak Kunjung Mengalir

0
569
PROYEK pembangunan sarana pengolahan air minum SPAM yang sudah dibangun untuk memasok air bersih belum beroperasi.F-HARDIANSYAH/TANJUNGPINANG POS

Warga Batubi Kecamatan Bunguran Batubi kecewa dengan PDAM, yang hingga saat ini belum bisa menyalurkan air bersih kepada warga.

NATUNA – Padahal, sejumlah warga telah membayar tagihan air sebesar Rp100 ribu. Namun sebaliknya, pihak PDAM tak kunjung mengalirkan air ke rumah-rumah.

”Kami merasa dipermainkan oleh pihak PDAM. Sebab, semua proses instalasi dan administrasi sudah selesai dilakukan. Baik oleh pihak pengelola air, hingga masyartakat. Bahkan, kita sudah bayar untuk bulan ini Rp100 ribu yang diperuntukkan biaya operasional, tapi airnya belum juga mengalir,” kata Agus, seorang warga di Batubi, Senin (22/1).

Agus mengatakan, secara kolektif warga telah mempertanyakan kondisi kepada pihak pengelola. Namun, pihak pengelola mengaku mesin pompa air yang ada mengalami kerusakan sehingg air belum bisa dialirkan.

Baca Juga :  Bangun Rumah Dinas Bupati Butuh Rp 10 Miliar

”Katanya mesinnya rusak disambar petir, sejak beberapa waktu lalu. Kami juga heran jadinya,” jelas Agus.

Dari situ warga menduga, bahwa mesin yang dipergunakan pihak pengelola itu merupakan mesin bekas (second). Sehingga, mesin tidak tahan dengan kondisi alam Natuna khususnya di wilayah Bunguran Batubi.

”Mesin air milik warga yang kapasitasnya kecil-kecil saja, dan bisa bertahan dan dipergunakan di tengah kondisi alam seperti ini. Herannya, mesin yang besar dengan segala safetynya tidak bisa bertahan. Makanya tak heran, sebagian warga curiga kalau mesinnya itu sudah bekas,” tuturnya.

Menurutnya, di samping warga memerlukan air bersih. Warga juga merasa perlu penjelasan dari pihak berwenang, dalam hal ini PDAM untuk menjelaskan mengapa belum ada kepastian kapan air mengalir.

”Warga berharap ada kejelasan dari PDAM. Jangan sampai warga dibiarkan lama-lama kebingungan seperti ini,” tutup Agus.

Baca Juga :  Peredaran Obat Batuk Komix Dibatasi

Direktur PDAM Tirtanusa Natuna Hendro mengatakan, sampai saat ini proses perbaikan mesin masih diusahakan oleh pihak Satker Provinsi untuk bisa segera diperbaiki.

”Kita sudah sampaikan keluhan warga Kecamatan Bunguran Batubi. Sebelumnya, memang kita sudah uji coba menyalurkan air bersih ke masyarakat, namun karena ada kerusakan mesin yang tersambar petir penyaluran jadi terhambat,” jelas Hendro.

Hendro mengungkapkan, penarikan uang regristrasi itu betul adanya dan hal itu dikarenakan pengoprasian penyaluran sebelumnya tidak ada masalah.

”Penarikan uang itu adalah untuk registrasi pemasangan. Sebelum terjadi kerusakan mesin, kita juga terus berusaha agar bisa kembali beroprasi. Status kita hanya lah pengelola, dan untuk aset tersebut semuanya itu masih tanggungjawab dari satker PK-PAM Kepri,” terangnya.

Baca Juga :  Masih Banyak Keluhan Warga Saat MTQ 2018

Sedangkan, masalah dugaan masyarakat bahwa mesin yang mengalami kerusakan adalah mesin bekas, semua itu bukan tanggungjawab PDAM Natuna namun pihak ketiga.

”Jadi selama ini kita masih menunggu kejelasannya dari pihak Satker Provinsi, karena semua itu masih aset dari kementerian. Kalau masalah mesin bekas, dan bangunan sendiri semuanya itu masih kewenangan pihak ketiga,” terangnya.

Pihaknya juga berharap, semuannya bisa kembali normal dan masyarakat bunguran batubi segera mendapatkan air bersih kembali.

”Ya keinginan kita sama seperti masyarakat, agar pengoperasian air bersih kembali lancar tanpa ada hambatan,” tutupnya.(HARDIANSYAH)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here