Bayar Kopi Pun Payah, Pak!

0
713
Kedai kopi: Ketua DPRD Kota Tanjungpinang Suparno saat menjadi tamu di acara Forum Kedai Kopi Tanjungpinang Pos beberapa waktu lalu. f-dokumen/tanjungpinang pos

Di kampung kelahiran Sy,biasanya selesai makan dan minum di kedai kopi, dihitung dan dibayar sebelum meninggalkan tempat duduk. Benarkah ada segerombolan pejabat di Bintan, makan dan minum di kedai kopi Barek motor meninggalkan tempat duduk dgn begitu saja, hingga berminggu karena tak ada duit.

Apa benar pengusaha juag seperti itu? Kalau memang benar ini penomena apa? Apakah karena pengaruh defisit anggaran dari APBN/APBD, atau karena tambang bauksit ilegal tak ada lagi, seperti P.Malin & Bunut yg luasnya dibawah 200 ha ditambang dimasa lalu ???… Dari Rasyid utk semua lapisan.
+6281270319696

TANGGAPAN:
Itu salah satu tanda ekonomi sedang melemah. Belakangan ini Ekonomi di kepri sedang anjlok. Pertumbuhan ekonomi Kepri pada triwulan I di tahun 2017, hanya tumbuh 2,02 persen. ANgka ini jauh lebih rendah dibanding sebelumnya yang tumbuh 5,24 persen.

Pelambatan pertumbuhan ekonomi Kepri terjadi karena penurunan ekspor dan konsumsi pemerintah. Dari sisi penawaran, perlambatan terjadi lebih karena kinerja industri dan pertambangan turun. Ekspor domestik menurun signifikan yang berdampak kepada sektor lainnya.

Untuk Sumatera, Kepri mengalami pelambatan ekonomi terendah. Ini pertama kali dalam beberapa tahun belakangan ini pelambatan terendah dialami Kepri. Biasanya Kepri tidak pernah paling bawah dalam beberapa tahun ini. Terakhir perlambatan signifikan terjadi triwulan I tahun 2009, hanya tumbuh 0,6 persen.

Diperkirakan berupa produk kapal dan elektronik mengalami penurunan signifikan. Sedangkan realisasi belanja pemerintah lebih lebih rendah dibanding triwulan I tahun 2016. Sebagian besar proyek masih pada tahap pengadaan.

Padahal pertumbuhan ekonomi dunia sekarang terus membaik, berangkat dari ekonomi Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok. Demikian dengan Eropa yang juga membaik, ditopang perbaikan konsumsi dan membaiknya ekspor ditopang oleh naiknya permintaan global dan mata uang EURO yang mengalami depresiasi terhadap dollar AS.

Walau Indonesia mengalami pertumbuhan, namun Pulau Sumatera mengalami perlambatan ekonomi. Itu karena pelambatan ekonomi di Sumut, Kepri, Sumbar dan Aceh.

Untuk Kepri, penawaran untuk industri perkapalan, besi baja dan pendukung migas mengalami penurunan. Hal itu karena belum mendapatkan proyek-proyek baru. Permintaan domestik juga melemah, tercermin dari penurunan ekspor domestik. Pertambangan tren penurunan lifting migas.

Itu karena sumur-sumur yang semakin tua. Investasi sektor migas juga terbatas karena minyak belum membaik signifikan. Lifting minyak dan gas menurun 16,72 persen (yoy) dan 40,55 persen (yoy).

Selain itu, penjualan kendaraan bermotor mengalami penurunan. Sementara untuk retail, mengalami penurunan sekitar 15-20 persen (yoy). Tapi untuk konstruksi menguat. Itu karena ada proyek multiyears, seperti flyover Batam, Waduk Sei Gong, Pelabuhan Punggur, Sekupang dan lainnya. (mbb)

Gusti Raizal Eka Putra
Kepala Perwakilan BI Kepri,

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here