Belajar Technopreneurship di UTM-XCITE

0
257
MAHASISWA dan mahasiswi KKN-LN STIE Pembangunan saat mengikuti metode praktik pembelajaran di UTM-XCITE. F-ISTIMEWA/KKNLN-STIE Pembangunan

KKN-LN STIE Pembangunan ke Malaysia

Mahasiswa/i Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pembangunan Tanjungpinang, Kepulauan Riau berkesempatan belajar Technopreneurship di Universiti Teknologi Malaysia Centre for Student Innovation and Technology Entrepreneurship (UTM-XCITE).

TANJUNGPINANG – Kegiatan itu berlangsung Senin (21/10) yang diawali dengan mengikuti metode pembelajaran di School of Human Resource Development and Psychology (SHARPS).

Satriadi,S.AP, M.Sc. Dosen STIE Pembangunan yang turut membimbing mahasiswa/i yang mengkuti Kuliah Kerja Nyata Luar Negeri (KKN-LN) menyebutkan, proses belajar di SHARPS sangat mengasyikkan.

Karena, lanjut Satriadi, setiap pembelajaran menggunakan metode pembelajaran yang berbeda-beda.

Selain itu, petode pembelajaran juga disertai dengan games yang menarik untuk menarik perhatian dan fokus mahasiswa/i di SHARPS yang masih dibawah naungan Universiti Teknologi Malaysia (UTM)

“Tentunya metode ini begitu menarik bagi mahasiswa/i kami. Sehingga, mahasiswa/i KKN-LN dapat memahami seperti apa dan bagaimana untuk fokus pada pembelajaran saat kuliah,” sebut Satriadi, dari Malaysia melalui pesan Whatsapp-nya, Senin (21/10) malam.

Ia menambahkan, selain itu UTM unggul dari segi tenaga pengajar yang sudah berstandar S-3.

Sementara, keunggulan lainnya yakni fasilitas kampus yang memadai. Ditambah, dengan metode pembelajaran seluruhnya menerapkan bahasa Inggris dan sebagainya.

“Dengan menyaksikan metode pembelajaran itu. Maka yang perlu ditangkap oleh mahasiswa/i STIE Pembangunan, adalah cara belajar mahasiswa yang sangat antusias dalam perkuliahan, serta cara presentasi. Tentunya metode ini sangat menarik jika diterapkan, dan menjadi referensi kedepannya,” sebut Satriadi.

Selanjutnya, mahasiswa/i KKN-LN STIE Pembangunan melanjutkan ke kegiatan belajar Technopreneurship di Universiti Teknologi Malaysia Centre for Student Innovation and Technology Entrepreneurship (UTM-XCITE).

Pada metode pembelajaran di UTM-XCITE tidak berbeda jauh dengan SHARPS. Karena sama-sama menerapkan metode pembelajaran lebih fun seperti games dan praktik.

MAHASISWA dan mahasiswi STIE Pembangunan Tanjungpinang ketika berada di UTM-SHARPS. F-ISTIMEWA/KKNLN-STIE Pembangunan

“Hal yang begitu menarik disana adalah, UTM-XCITE melatih kemampuan mahasiswa/i nya dalam berkreativitas dan berinovasi. Khususnya melatih kemampuan berwirausaha kepada mahasiswa/i nya. Disni juga kita bisa bekerja sama, dalam membuat bisnis start up dan mengembangkan nya,” ungkap Satriadi.

Sebagai kampus yang berbasis ilmu ekonomi, maka STIE Pembangunan Tanjungpinang terus memberikan terobosan terbaik bagi mahasiswa/i nya untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan.

Maka dari itu, program KKN-LN STIE Pembanguna yang digelar sangat tepat untuk membangkitkan semangat kreativitas, inovasi serta mendidik mental yang siap bersaing di era industri 4.0 bagi mahasiswa/i nya.

Satriadi menambahkan, dengan KKN-LN tentunya mahasiswa/i asal Indonesia khususnya STIE Pembangunan akan melihat langsung perbedaan metode pembelajaran di luar negeri.

Tentunya, lanjut dia, akan menajadi pengalaman berharga bagi mahasiswa/i serta dosen dengan mengunjungi perguruan tinggi yang berkembang pesat di Asia Tenggara seperti Malaysia, Singapore, Thailand serta Vietnam.

Sehingga, sepulangnya dari KKN-LN mahasiswa memiliki referensi baru dan semangat mengembangkan potensi diri melalui perkuliahan. (ADLY ‘BARA’ HANANI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here