Belasan Tahun Tak Diaspal

0
611
WARGA harus berjalan kaki melintasi jalan rusak saat ingin melintasi jalan Trans Batubi-Kelarik karena becek.f-hardiansyah/TANJUNGPINANG POS

Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti meminta supaya jalan Trans Batubi-Kelarik bisa segera di aspal, karena sudah hampir belasan tahun belum juga terselesaikan.

NATUNA – Pasalnya, kondisi di jalan Trans Batubi -Kelarik salah satu akses perekonomian masyarakat yang harus segera dibenahi. ”Jalan lintas antara Trans Batubi-Kelarik sudah sering diusulkan untuk segera dibangun dan diaspal. Mudah-mudahan tahun ini bisa diselesaikan,” kata Ngesti, saat kunjungan kerja ke Desa Segeram di Kecamatan Bunguran Utara, Jumat (2/2).

Wabup Ngesti menggelar Kungker sehari ke Natuna, guna meninjau sejumlah kegiatan pembangunan di wilayah Bunguran Utara seperti kegiatan cetak sawah yang dimotori TNI Angkatan Darat dan proyek pembangunan irigasi dan kegiatan lainnya.

Baca Juga :  Urus Akta, KTP dan KIA Tidak Rumit

Menurutnya, kondisi jalan trans Batubi-Kelarik tak kunjung membaik hingga saat ini. Meskipun, telah banyak rencana pemerintah untuk melakukan perbaikan yang disampaikan sejak tahun lalu.

”Ya jalan Batubi-Kelarik memang masih belum layak dilewati, terutama sekali pada saat musim hujan seperti sekarang. Jalan itu di bawah kewenangan Provinsi Kepri, dan pengerjaannya dilakukan secara bertahap. Tahun ini juga ada kegiatan untuk pembangunan jalan itu,” kata Tasrif, Kadis PU Kabupaten Natuna.

Sementara, Camat Bunguran Utara Izhar menuturkan kabarnya tahun 2018 ini akan ada pembangunan jalan antara Batubi ke Kelarik sekitar Rp 23 miliar. ”Ya betul, kabarnya ada pembangunan jalan antara Batubi-Kelarik. Mudah-mudahan saja pembangunan itu bisa mendakatkan antara Ibukota Ranai dengan Kelarik,” pungkasnya.

Baca Juga :  Pergantian Tahun, Pedagang Raup Untung

Jalan yang menghubungkan kedua kecamatan itu, kerap tidak bisa dilalui jika musim hujan. Sebab, hujan deras akan mengakibatkan genangan air setinggi satu meter.

”Di jalan itu terdapat jembatan antara Desa Gunung Putri ke Kelarik. Sehingga, warga sulit hendak menuju Ranai jika musim penghujan,” Kusnadi, warga Kelarik yang hendak menuju ke Kota Ranai.

Ia menjelaskan, para warga yang hendak pergi ke Kota Ranai begitu sebaliknya harus rela menyebarang dengan berjalan kaki. (HARDIANSYAH)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here