Beli Bank Syariah, Bikin Bank Kepri

0
936
RAPAT: Sekdaprov Kepri TS Arif Fadillah, Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak dan anggota Banggar DPRD serta TPAD Pemrov membahas wacana pendirian bank kepri di Batam, Rabu (15/3). F-istimewa/humas dprd kepri

Wacana DPRD dan Pemprov

Batam – Pemprov Kepri dan DPRD Kepri terus menyusun rencana membentuk bank daerah atau Bank Pembangunan Daerah (BPD).

Bank ini nantinya akan terpisah dari Bank Riau Kepri (BRK) yang ada saat ini. Di BRK sendiri, pemprov ikut menyertakan modal. Kini, Kepri ingin punya bank sendiri dan sudah lama direncanakan dibentuk.

Salah satu skemanya adalah mengakuisisi bank yang sudah ada untuk diubah menjadi bank milik daerah. Wacana ini diungkapkan Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak dalam rapat banggar di Graha Kepri, Rabu (15/3).

Baca Juga :  Agustus, Jembatan I Dompak Mulus

”Kemarin saya mendapat informasi dari Bank Indonesia kalau ada Bank Syariah di Kepri ini yang akan dijual,” kata Jumaga membuka wacana.

Setelah diakuisisi, bank tersebut nanti bisa dijadikan bank Kepri yang kepemilikan sahamnya mayoritas dimiliki Pemprov Kepri. Tak hanya itu, sahamnya juga dapat dimiliki oleh masyarakat.

”Maka dari itu, saya minta kepada Komisi II untuk membuat kajian akademisnya,” kata Jumaga membuka wacana.

Menanggapi hal ini, anggota Komisi II Sahat Sianturi siap untuk melakukan kajian akademisnya.

Baca Juga :  PMI Siaga 24 Jam Bantu Warga

”Kami siap melakukan kajiannya. Semoga kita bisa punya BPD sendiri,” kata Sahat.

Upaya merangkul bank lain ini wajar karena ada beberapa persyaratan dalam membentuk BPD atau bank umum konvensional.

Salah satunya adalah penyertaan modal yang harus disetor dalam jumlah tertentu. Selain itu, bank yang akan dirangkul ini harus melakukan beberapa proses tahapan dulu seperti due dilligent. (Martunas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here