Beli Mobil Harus Ada Garasi

0
572
Seorang teknisi sedang memperbaiki lampu traffic light yang tidak berfungsi dengan baik, kemarin. f-suhardi/tanjungpinang pos

Pemko Tanjungpinang akan membuat aturan soal kepemilikan garasi sebelum membeli kendaraan. Aturan itu akan dibuat oleh Pemko, untuk menekan kemacetan kendaraan di Tanjungpinang sebagai Ibu Kota Provinsi Kepri.

TANJUNGPINANG – Hal ini diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tanjungpinang, Riono saat melakukan pertemuan dengan Dinas Perhubungan Kota Tanjungpinang dan Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di ruang rapat Dinas Perhubungan, Rabu (7/3).

Riono yang memimpin rapat juga menegaskan bahwa banyak permintaan masyarakat yang terkait kelancaran lalu lintas di Kota Tanjungpinang sebagai Ibu Kota Provinsi Kepri. ”Kita akan koordinasikan dengan berbagai pihak. Seperti permintaan jalur berbalik arah pada jalur dua arah, permintaan trafic light dan sebagainya. Maka dari itu harus kita bahas melalui forum ini dan menganalisis atau survei lapangan sebelum permintaan dari masyarakat kita tindaklanjuti,” ujar Riono.

Baca Juga :  Banyak Pejabat yang Kerja Tak Maksimal

Riono juga menambahkan bahwa dengan bertambahnya volume kendaraan di Kota Tanjungpinang secara otomatis kemacetan di Tanjungpinang akan semakin bertambah. Salah satu untuk menunjang program jangka panjang, diharapkan ada aturan baru bagi warga yang ingin memiliki kendaraan khususnya roda empat.

”Masyarakat setidaknya harus memiliki tempat parkir di rumahnya dulu baru beli mobil, jangan menggunakan jalan umum atau trotoar untuk parkir. Ini akan keluar aturannya,” tegasnya.

Rapat juga membahas masalah lahan parkir di Kota lama, yang selama ini juga dikeluhkan oleh masyarakat dan para pedagang. Mereka berharap agar sistem perparkiran di sekitaran Jalan Merdeka, Jalan Teuku Umar dan tempat lainnya di Kota Lama dapat dikembalikan seperti semula, bukan sistem paralel seperti saat ini.

Baca Juga :  Baznas Tanjungpinang Kumpulkan Zakat Rp1,2 Miliar

”Terkait permasalahan di Kota Lama, maka dari itu kita akan kaji untuk dicari solusi yang terbaik agar tidak ada pihak yang dirugikan. Kita telah mendapatkan penghargaan dari pemerintah pusat yakni Penghargaan Tata Graha terkait dengan sistem perparkiran yang sistematis. Kita berharap Pemko semakin baik dalam penataan tersebut. Atas usulan dari masyarakat dan pedagang terkait mengembalikan penataan kendaraan parkir akan kita pikirkan kembali, karena bisa berimbas dengan penghargaan yang kita peroleh tersebut,” tambah Riono.

Sementara itu, Kadis Perhubungan, Bambang Haryanto menyampaikan bahwa permasalahan umum yang menjadi landasan lalu lintas.

Baca Juga :  Banjir, Pemerintah Desak Bentuk Satgas Air

”Untuk memperbaiki sistem atau rekayasa lalu lintas di Kota Tanjungpinang harus difokuskan, karena ada beberapa titik persimpangan jalan yang rentan kemacetan, maka dari itu kita harus bahas di dalam forum untuk mencari solusi jangka pendek maupun jangka panjang terkait permasalahan itu,” ujar Bambang.

Perwakilan dari Jasa Raharja juga menyampaikan akan memberikan bantuan kepada korban lalulintas, termasuk beberapa bantuan rambu lalu lintas di darat di Kota Tanjungpinang. ”2017 untuk Tanjungpinang, Bintan, Natuna dan Anambas mengeluarkan anggaran asuransi kecelakaan sekitar Rp5 miliar,” ungkap salah satu utusan dari Jasa Raharja. (Abas) 

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here