Bensin Bercampur Air, Warga Minta SPBU

0
883
TAK BERFUNGSI: SPDN untuk nelayan kini tidak berfungsi lagi dan warga berharap SPDN dialihfungsikan menjadi SPBU.F-INDRA GUNAWAN/TANJUNGPINANG POS

ANAMBAS – MASYARAKAT berharap Solar Packed Dealer Nelayan (SPDN) milik Pertamina di Antang, Desa Tarempa Timur Kecamatan Siantan dapat dialihfungsikan menjadi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) untuk BBM jenis Solar dan Premium.

Seperti layaknya SPBU pada umumnya, untuk kendaraan bermotor roda empat maupun roda dua. Sebab, masyarakat merasa tidak nyaman ketika mengisi BBM premium menggunakan botol.

Diketahui, ada tiga kecamatan besar yang memiliki jumlah kendaraan yang tinggi seperti sepeda motor yakni di Kota Tarempa Kecamatan Siantan, Kota Letung Kecamatan Jemaja dan Kecamatan Palmatak.
Ketiga kecamatan itu, hingga kini belum merasakan fasilitas pengisian BBM secara langsung dari SPBU.

Baca Juga :  Destinasi Wisata Desa Bakal Dikelola Pokdarwis

Hingga kini, masyarakat hanya bisa membeli BBM menggunakan botol dengan yang berukuran 1,5 liter seharga Rp 14 ribu untuk per botolnya. Parahnya, takaran untuk per botolnya tidak sesuai dengan ukuran liter dengan nilai harganya.

”Kami butuh kenyamanan dalam mengisi BBM di sepeda motor, seperti di daerah lainnya yang ada fasilitas SPBU. Karena jika membeli dengan botol se hari-sehari, terkadang isinya tidak pas dan cenderung berkurang dan tidak sesuai dengan harga,” tegas Aprizal, warga Antang, Rabu (11/10).

Baca Juga :  Anggota DPR RI Sosialisasi Pemilu

Walau tidak semua penjual BBM botolan yang berbuat curang, tetapi hal itu dianggap merugikan konsumen. Ia berharap, SPDN yang berada di Antang dialihfungsikan menjadi SPBU.

Sehingga, memberi jaminan kenyamanan bagi pengendara motor. Ia menceritakan, SPDN milik Pertamina itu sudah berdiri sejak beberapa tahun silam.

Dahulunya difungsikan untuk mengisi BBM solar bagi nelayan sekitar, tetapi saat ini tidak berfungsi lagi. Jika dilihat dari bangunan yang ada sekarang ini, SPDN masih layak pakai.

Sementara itu, warga Kelurahan Letung Kecamatan Jemaja Rodi mengatakan, BBM premium yang dibeli dengan botol tidak jarang bercampur dengan air. Sehingga, mesin sepeda motor sering mengalami kerusakan dan sulit dihidupkan.

Baca Juga :  Dewan Dukung Perbaikan Jalan SP

Bukan tidak memiliki alasan yang jelas, jika suatu ketika ia merawat sepeda motornya di bengkel terlihat air bercampur dengan premium pada bagian karburatornya.(INDRA GUNAWAN)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here