Ber-SyNC Dahulu, Tangkal VUCA+ Kemudian

0
76
Para pekerja PT Surveyor Indonesia. (Foto: PTSI)

Digital adalah masa depan dan keniscayaan. PT Surveyor Indonesia enggan tertinggal. Mereka lekas bersiasat dengan merilis teknologi SyNC, yang dipercaya sebagai kunci merayakan masa depan dan tangkal segala permasalahan kekinian.

FATIH MUFTIH, Tanjungpinang.

TEKNOLOGI berhaluan maju ke depan—sangat cepat dan tidak pernah terbayangkan sebelumnya oleh manusia. Satu dekade lalu, kita harus bertanya-tanya kepada setiap orang di jalan saat pergi ke tempat baru, hari ini kita cukup nyalakan Google Maps atau kalau janji dengan seseorang cukup bilang, “Send loc, ya.”

Sama halnya sepuluh tahun lalu, kita harus rutin pergi ke kantor pos untuk mengecek status pengiriman dan hari ini kita sudah bisa melakukannya dari rumah. Bahkan dalam urusan belanja kebutuhan harian pun, hari ini kita tidak perlu pergi ke pasar dan bisa melakukannya dari rumah bermodalkan jempol saja.

Agaknya, tak berlebihan jika kemudian menyebut kemajuan teknologi ini sebagai berkah dan karenanya siapa saja harus memanfaatkan berkah ini sebaik-baiknya untuk lebih memberi manfaat kepada sesama dalam bidang apa saja. Sebab kemajuan teknologi, terutama teknologi dital, sudah semakin tak terelakkan sebagai bagian dari kehidupan. 

Digital transformation itu memang perlu diakselerasi agar kita tetap relevan dengan perkembangan era karena nanti banyak peran-peran tradisional yang dapat tergantikan dengan teknologi,” kata Deputi Bidang Sumber Daya Manusia, Teknologi, dan Informasi Kementerian BUMN, Alex Denni, pada 12 Januari lalu.

Alex tidak sembarang omong. Tentu ia punya dasar di balik pernyataan “agar kita tetap relevan”. Mengacu pada semua data riset perihal keterkaitan manusia hari ini dengan teknologi menunjukkan adalah keniscayaan. Tak ada satupun orang atau bidang yang mampu melepaskan keterkaitannya pada dunia digital. 

Cocok pula dengan jabatan yang melekat pada Alex. Ia orang yang paling bertanggung jawab dalam urusan peningkatan kualitas dan efektivitas sumber daya manusia, teknologi, dan informasi dalam tubuh Kementerian BUMN. 

Peringatan Alex ini jadi tak ayal jadi sirine lantang bagi seluruh perusahan di bawah naungan BUMN. Termasuk di antaranya perusahaan yang bergerak di bidang Testing, Inspection, dan Certification (TIC). Dalam amatannya, Alex menilai ada banyak peran-peran tradisional dalam TIC yang bisa lebih dikembangkan efektivitasnya dan dapat tergantikan dengan teknologi. 

“Seperti surveyor lapangan misalnya yang mulai bisa dilakukan secara remote,” papar Alex.

Baca Juga :  UWTO Bikin Warga Resah

“Maka kami dari Kementerian BUMN akan selalu suportif pada upaya-upaya transformasi digital atau dalam hal ini menggunakan istilah yang sangat bagus, yaitu sinkronisasi dan semangat pengembangan budaya digital di Surveyor Indonesia,” kata Alex.

Dan semua pernyataan Alex ini diungkapkannya saat PT Surveyor Indonesia secara resmi mengenalkan terobosan SyNC sebagai upaya nyata menyambut kemajuan zaman lewat teknologi digital—seperti kata Alex tadi—agar tetap relevan.

Ber-SyNC Dahulu

Transformasi digital adalah kata kunci dan SyNC adalah penerjemahannya. Semakin menggembirakan karena perwujudan SyNC lahir bukan semata respons dari luar, tapi justru dari dalam. Adalah milenial-milenial dalam PT Surveyor Indonesia yang menjadi bidan dari kelahiran SyNC ini.

Optimisme di balik SyNC yang ditawarkan oleh barisan muda PT Surveyor Indonesia ini adalah percepatan transformasi digital sehingga perusahaan dapat membentuk budaya kerja dan proses bisnis yang saling tersinkronasi secara digital, meminimalisasi gap komunikasi, dan mempersingkat proses koordinasi.

Itu pula mengapa tidak sekadar SyNC yang dirilis, tapi PT Surveyor Indonesia juga melengkapi terobosan ini lewat kehadiran HC in SyNC, sebuah aplikasi khusus yang bisa dipakai pegawai PT Surveyor Indonesia. Aplikasi ini adalah wadah sekaligus sarana koordinasi antar pegawai, akses informasi dan peraturan perusahaan, e-learning center dan secara umum sebagai langkah awal dalam membangun budaya digital sesuai dengan semangat industri 4.0 di lingkungan perusahaan.

Tak bisa dielak bahwa SyNC adalah purwarupa dari budaya kerja baru dalam tubuh PT Surveyor Indonesia. “Yang saya harapkan bisa menjadi inkubasi bagi inovasi-inovasi layanan baru, khususnya di bidang Testing, Inspection, Certification (TIC),”kata Dian Noer, yang ketika SyNC dirilis masih menjabat sebagai Direktur Utama PT Surveyor Indonesia.

Harapan yang semakin ke sini semakin menunjukkan ia bukan gelembung kosong. SyNC adalah langkah adaptif (adaptive) yang konkret untuk menunjukkan kesiapan PT Surveyor Indonesia menyambut tantangan di masa-masa mendatang.

Di antara satu tantangan sekaligus tanggung jawab baru PT Surveyor Indonesia adalah menjadi Lembaga Pemeriksa Halal merujuk pada Surat Keputusan Nomor 155 Tahun 2020 yang diterbitkan oleh Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) pada tanggal 28 Desember 2020.

“PT Surveyor Indonesia telah memenuhi persyaratan dan melampaui tahapan untuk menjadi LPH, termasuk verifikasi lapangan dan pengecekan laboratorium,” kata Kepala BPJPH Sukoso.

Baca Juga :  Telkomsel Hadirkan Paket Belajar 10GB Harga 10

Kepercayaan ini barang tentu harus dijawab lewat kesiapan segala lini dalam PT Surveyor Indonesia. Bahkan, Direktur Komersial 1 PT Surveyor Indonesia Tri Widodo juga tanggung jawab sebagai Lembaga Pemeriksa Halal bukan sesuatu yang main-main.

“Maka dari itu kita harus berkomitmen untuk mengemban tugas ini dengan sangat serius dan seksama, mengingat juga Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar,” katanya.

Di antra sekian deret tugas sebagai LPH itu adalah memberikan layanan pengujian dan jasa pemastian dalam pemeriksaan makanan, minuman, produk kimiawi, biologi, produk rekayasa genetik, bahan gunaan yang dipakai, digunakan, atau dimanfaatkan.

Sederet mata rantai pekerjaan yang panjang. Maka dari itu, kehadiran terobosan SyNC diyakini akan semakin mempermudah PT Surveyor Indonesia dalam menunaikan tanggung jawab ini. Tri bahkan dengan sangat antusias menyatakan bahwa dalam tubuh internalnya telah memiliki sarana prasarana pendukung yang memadai dan talenta SDM yang kompeten.

Tetapi tetap saja segala kesiapan itu tetap membutuhkan kerja kolaboratif (collaborative) dari pihak-pihak terkait. PT Surveyor Indonesia sangat terbuka atas kemungkinan itu. Karenanya, telah disiapkan segala yang terbaik, mulai dari tenaga manusia dan teknologinya, agar memudahkan pihak-pihak terkait dalam menunaikan kerja samanya.

Termasuk dalam kerja PT Surveyor Indonesia sebagai LPH independen. “Sehingga Kementerian Agama, BPJPH, serta masyarakat dapat memberikan kepercayaan pada Surveyor Indonesia untuk menjalankan tugasnya sebagai LPH secara akuntabel,” tegasnya.

Kesiapan teknologi dan sumber daya manusia untuk kerja-kerja kolaboratif tentu akan semakin memantapkan tekad PT Surveyor Indonesia untuk menembus posisi lima teratas pemimpin pasar (top 5 market leader) di Asia Tenggara pada 2024 mendatang. Apalagi sejauh ini, kerja-kerja kolaboratif antar BUMN telah diinisiasi. Di antara bersama PT Biro Klasifikasi Indonesia dan PT Sucofindo yang tergabung dalam BUMN Jasa Survei.

“Karena urgensi dari pembentukan holding BUMN ini agar peran BUMN sebagai agen pembangunan lebih optimal mendukung tercapainya program pemerintah melalui sinergi BUMN, hilirasi, dan kandungan lokal, pembangunan ekonomi daerah, dan kemandirian keuangan (financial resillience),” kata Menteri BUMN Erick Thohir, November lalu.

Tangkal VUCA+ Kemudian

Tapi patut diingat, untuk menjadi BUMN yang terdepan dan yang dapat diandalkan, PT Surveyor juga memiliki ragam tantangan. Beruntung, kesadaran semacam itu telah direspons cepat. SyNC  adalah terobosan yang akan menjadi andalan PT Surveyor Indonesia dalam menghadapi tantangan-tantangan tersebut, di antaranya dalam bentuk VUCA dan situasi pandemi Covid-19.

Baca Juga :  Suhu Kepri di Atas 34 Derajat

VUCA tentu bukan barang asing dalam lansekap bisnis. VUCA adalah akronim dari volatility (volatilitas), uncertainty (ketidakpastian), complexity (kompleksitas), dan ambiguity (ambiguitas). Ini sebuah situasi yang hampir pasti dihadapi ragam perusahaan dari waktu ke waktu.

Akan tetapi, VUCA hari ini menjadi paket kombo lantaran bertambah variabel lain yaitu pandemi Covid-19. Sehingga tak berlebihan jika menyebut tantangan ini sebagai VUCA+.

Di hadapan tantangan VUCA+ itulah SyNC akan memainkan peranan penting. Bahkan rasa-rasanya jika yang diharapkan adalah ketahanan (resilience) sekaligus pertumbuhan (growth), SyNC adalah kendaraan yang akan membawa PT Surveyor Indonesia tiba di sana.

Menyikapi SyNC sebagai sebuah terobosan yang membawa perubahan ke arah lebih baik, menarik menyimak pernyataan Kepala Divisi Human Capital PT Surveyor Indonesia, Deddy Nurmal. “Karena kalau kita tidak berubah, tentu kita tidak akan menjadi pemain utama dalam zaman yang serba cepat ini,”ujarnya dalam webinar SyNC Talkshow episode perdana.

Termasuk di antara yang menjadi perhatian Deddy adalah situasi pandemi. Ini menjadikan VUCA semakin kompleks. Akan tetapi mundur jelas bukan pilihan. Apalagi menyerah dan sekadar pasrah. Karena itu, dalam situasi yang memaksa orang lebih banyak bekerja dari rumah, keberadaan SyNC menjadi sangat vital.

Kerja-kerja Testing, Inspection, Certification (TIC) tetap bisa dilakukan lewat SyNC dan juga HC SyNC yang memungkinkan surveyor tetap bisa bekerja tanpa harus terbatas tatap muka. Koordinasi yang dilakukan pun tidak mengalami hambatan. Karena semuanya tersinkronisasi dalam satu jaringan besar.

Volatilitas, ketidakpastian, kompleksitas, dan ambiguitas (VUCA) yang semula tampak sebagai tantangan yang menghambat, sedikit banyak mampu terurai oleh SyNC. Begitu juga keterbatasan dalam situasi pandemi yang hingga kini belum usai. Pemanfaatan SyNC ke depan sudah mendapat garansi dukungan dari Kementerian BUMN. Jadi, sudah tidak alasan lagi bagi PT Surveyor Indonesia untuk ragu menghadapi tantangan zaman. “Kementerian BUMN,” janji Deputi bidang SDM, Teknologi, dan Informasi Kementerian BUMN Alex Denni, “akan selalu suportif pada upaya-upaya transformasi digital.”***

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here