Berkas Pengalihan Aset Pasar Induk Sudah di Presiden

0
366
Pasar Induk yang direncanakan akan diserahkan BP Batam ke Pemko Batam. f-istimewa

BATAM – Pengajuan pengalihan pasar induk menjadi aset Pemko Batam saat ini sudah di meja Presiden RI. Kini, masih menunggu persetujuan Presiden RI dan Pemko Batam saat ini sedang menyiapkan desain untuk pembangunan pasar induk setelah ada persetujuan pengalihan aset dari BP Batam. Termaksuk desain lapak yang akan digunakan pegadang kaki lima setelah penyerahat dan dibangun Pemko.

Keberadaan berkas peralihan aset dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) ke Pemko Batam, diungkapkan Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, Senin (12/2) di Batam. ”Berkasnya sudah di Presiden. Itu untuk Pasar Induk, bersama enam aset yang diminta,” ungkapnya.

Menurutnya, kalau Presiden sudah menyetujui penyerahan aset itu, maka Pemko Batam akan langsung membangun. Dimana, enam aset lainnya yang sudah ditangan Presiden itu, TPA, Masjid Raya, Masjid Baiturahman, Kantor Wali Kota Batam dan Gedung DPRD Batam.

”Sekarang untuk Pasar Induk, desainnya sedang disiapkan Kadisperindag, pak Zarefriadi. Biar tahu, berapa banyak pedagang muat di pasar induk,” jelasnya.

Dengan demikian, pedagang di daerah jodoh dan Nagoya, akan dilokalisir di Pasar Induk. Sehingga tidak berjualan di pinggir jalan. Dimana menurut Zarefriadi, nantinya pasar induk akan memiliki empat sampai lima lantai. ”Pak Wali sudah perintahkan dibuat desainnya. Sekarang kami siapkan, tapi belum selesai,” jelas Zarefriadi.

Setelah desain selesai, baru Pemko Batam akan menyusun rencana anggaran untuk pembangunan. Saat ini diakui, pembangunan pasar induk belum dialokasikan dalam APBD. ”Setelah disetujui dihibahkan, baru disusun anggaran. Pokoknya semua padagang yang sudah terdata, masuk semua di sana,” imbuhnya.

Sebelumnya, Zaref mengatakan, kondisi pasar Induk jodoh pada saat ini sangat memprihatinkan dan tidak terurus. Dimana, fungsi saat ini lebih sebagai tempat tinggal dan penyimpanan barang dagangan. Dengan pembangunan pasar induk nanti, maka ada kepastian berusaha bagi para pedagang,perlindungan konsumen, pemanfaatan lokasi sebagai contoh aktivitas pasar.

Rencana Pembangun Pasar induk ini dengan Luas lahan 15.404 M2 terdiri dari 5 lantai dengan kapasitas 2.460 bh terdiri dari lapak, kios, ruko dan pergudangan dan juga tersedia gedung parkir dan fasilitas lainnya. ”Di lantai 5 merupakan ruang terbuka bias melihat keindah kota batam dan singapura sambal menikmati kuliner yang ada,” katanya.

Dibeberkan, dari data Dinas Perdagangan dan perindustrian kota Batam terdata 1.239 pedagang di Tos 3000, ada 86 pedagang di pasar Jodoh. Selain itu, ada 430 di kawasan Boulavard Jodoh. ”Semua pedagang ini akan dipindahkan ke lokasi Pasar Induk, sehingga di kawasan Jodoh dan Nagoya tidak terdapat lagi pedagang Kaki lima, sehingga tertata rapi dan indah,” tegasnya.(mbb)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here