BI Beri Dukungan Kelompok Tani

0
422
KEPALA BI Kepri Gusti Raizal Eka Putra berdialog dengan Dirjen Holtikultura Kementan RI Suwandi dan Bupati Aunur Rafiq pada ekspor perdana nenas dan pisang ke Singapura. F-ALRION/tanjungpinang pos

Bank Indonesia (BI) Kepri melalui program dedikasi untuk negeri, siap membantu mengembangkan sektor pertanian dan kelompok tani di Kundur dengan kegiatan program pertanian terintegrasi yang didukung sentra produksi pupuk organik di Kabupaten Karimun.

KARIMUN – ”Ini bagian dari program Dedikasi untuk negeri, yang ada pada Bank Indonesia,” kata Kepala Bank Indonesia Kepri, Gusti Raizal Eka Putra di Kundur.

Bank Indonesia akan membina koperasi tani, termasuk pembinaan petani dalam bidang pengelolaan keuangan dan link ke perbankan. Jika tidak dikelola dengan baik, maka uang yang didapat dari hasil pertanian setelah diekspor akan habis begitu saja Jadi akan diatur sedemikian rupa.

Untuk itu, Bank Indonesia akan mengalokasikan CSR untuk membantu kelompok tani yang baru. Tujuan dari pemberian CSR adalah membuat petani, karena hal tersebut adalah hal terpenting.

Baca Juga :  Karimun Ekspor Nenas Ke Singapura

Karena tidak selamanya terus dibantu, dan BI tidak memberikan bantuan modal dalam bentuk dana tetapi memberikan apa yang diperlukan. Saat ini BI di Kundur, akan mendorong pertanian terpadu tanaman padi.

”Petani dibantu membuat laboratorium pupuk mandiri, sehingga petani mandiri pupuk. Karena selama ini kesulitan petani adalah mendapatkan pupuk, untuk meningkatkan produksi pertanian atau hasil panen. Selama ini pupuk dibeli tetapi datang tidak tepat waktu,” sebutnya.

Sabtu (20/10) lalu, BI Kepri turut hadir melihat ekspor perdana nenas dan pisang dari Pulau Kundur ke Singapura.

Selain itu, menyerahkan program dedikasi untuk negeri dari BI pada Bupati Karimun Aunur Rafiq kemudian diserahkan pada petani. Pada kesempatan tersebut, Aunur Rafiq meminta dukungan penuh dari BI Kepri untuk ikut mensukseskan program pertanian di Pulau Kundur melalui kegiatan CSR.

Baca Juga :  Karimun Dapat 180 Guru dari Kemendikbud

Termasuk, untuk penyediaan alat-alat pertanian yang sangat dibutuhkan petani. Sebelumnya, Rafiq juga memanfaatkan pertemuan dengan Dirjen Hultikultura Kementerian Pertanian yakni Suwandi baru-baru ni.

Pertemuan itu, untuk meminta memberikan bantuan alat pertanian dan penyuluh pada petani di Karimun.

”Pak Dirjen sudah melihat lahan pertanian di Pulau Kundur yang belum tergarap. Tidak tergarap karena keterbatasan alat pertanian, berupa hand traktor dan tenaga penyuluh. Minimnya pengetahuan petani, sehinga petani kerap tidak mendapat untung setelah panen,” kata Bupati Karimun Aunur Rafiq, Senin (22/10).

Pemerintah telah menetapkan Pulau Kundur, sebagai sentral pertanian di Kabupaten Karimun.

Baca Juga :  Pedagang Ikan Jalan Haji Arab Direlokasi

Sedikitnya, ada sekitar 270 hektare lahan pertanian untuk padi dan lainnya belum digarap maksimal. Selain di wilayah Kundur, juga masih ada lahan pertanian di Kecamatan Buru.

Dalam kurun waktu 4 tahun terakhir, lanjut Rafiq, minat masyarakat untuk bertani mulai meningkat. Hal itu terlihat dari jumlah petani dan kelompok tani, yang terus bertambah di setiap kecamatan.

Menurutnya, para petani di Karimun lebih cenderung menanam cabai merah dan sayuran lainnya.

”Kesulitannya adalah mendapatkan pupuk subsidi, alat pertanian dan pengairan di musim kemarau. Petani harus menyiram tanaman, agar mampu tumbuh sampai panen,” katanya. (ALRION)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here