Blangko Sudah Ada, Kini Alat Cetak KTP yang Rusak

0
817
Irianto

Di tengah hangatnya kasus dugaan korupsi KTP elektronik, karena menyeret sejumlah nama beken, kini pelayanan pembuatan kartu identitas itu mengalami kendala di Kota Tanjungpinang.

TANJUNGPINANG – Proses perekaman data Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-El) di Tanjungpinang tersendat. Kondisi itu disebabkan karena banyaknya peralatan elektronik untuk mencetak dan merekam data yang rusak.

Padahal, pemerintah Kota Tanjungpinang sudah menerima 6 ribu blangko KTP-El dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil Kemendagri) belum lama ini.

”Tiga dari empat unit alat perekam dan cetak KTP-El milik Disdukcapil Kota Tanjungpinang rusak parah,” Kepala Disdukcapil Kota Tanjungpinang, Irianto kepada Tanjungpinang Pos, kemarin.

Menurutnya, hanya tersisa 1 unit lagi alat perekam hingga print KTP-el yang digunakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Disdukcapil Kota Tanjungpinang untuk melayani masyarakat.

Baca Juga :  McDermott Siap Rekrut 6.000 Pekerja

Tiga alat yang rusak tersebut sudah dikirim ke Jakarta oleh Disdukcapil Kota Tanjungpinang. Tapi, belum tahu kapan tiga alat itu selesai diperbaiki.

Pemerintah kota (Pemko) Tanjungpinang tidak diperbolehkan untuk memperbaiki alat perekam KTP-el tersebut.

”Karena alat perekam KTP-El ini menggunakan dana APBN, jadi, harus diperbaiki di Jakarta,” kata Irianto.

Akibatnya, ini membuat kinerja di lingkungan Disdukcapil tidak bisa maksimal, khususnya untuk melakukan perekaman hingga print KTP-el milik masyarakat Kota Tanjungpinang.

Karena daya atau kekuatan 1 unit alat tersebut, hanya bisa mencetak atau print maksimal 60 KTP-El milik masyarakat Kota Tanjungpinang per hari.

Baca Juga :  Kapolres Minta Masyarakat Bijak Bermedsos

Sementara, tegas mantan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tanjungpinang ini, Disdukcapil Kota Tanjungpinang butuh 4 unit alat perekam serta print KTP-el. Sehingga ASN Disdukcapil bisa mencetak sebanyak 120 KTP-el milik masyarakat.

”Ini dalam sehari. Karena tidak bisa lebih dari itu. Kita tidak boleh paksakan alat itu terus untuk bekerja. Kita saja butuh istirahat, begitu juga mesin,” ucap dia.

Kekurangan tiga unit alat perekam serta print KTP-el, dirinya akan mencoba untuk melakukan konsultasi dengan Wali Kota (Wako) Tanjungpinang, H Lis Darmansyah serta Bappeda.

Sehingga Pemko Tanjungpinang bisa membantu memberikan alat perekaman serta print KTP-el ke Disdukcapil. Supaya kinerja serta pelayanan di Kantor Disdukcapil Kota Tanjungpinang bisa maksimal, yang diharapkan oleh semua kalangan.

Baca Juga :  Alamak.. Tagihan Listrik Membengkak

”Begitu juga yang diharapkan Pak Wali Kota Tanjungpinang, H Lis Darmansyah dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang, H Syahrul,” terangnya.

Wakil Ketua DPRD Kota Tanjungpinang, Ade Angga meminta kepada komisi terkait di DPRD,untuk memanggil Kepala Disdukcapil Tanjungpinang, terkait pelayanan pembuatan KTP.

”Kita minta blongko KTP yang sudah diterima jangan diperjual belikan. Cetak dulu sesuai dengan nomor antre,” tegasnya.

Ia minta agar masyarakat mendapatkan pelayanan terbaik. Dan, minta kepada pegawai di Disdukcapil benar-benar memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat.(ANDRI-ABAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here