BP Batam Incar 1,5 Juta TEUs Per Tahun

0
530
KONTAINER di Pelabuhan Batuampar siap untuk diekpor ke berbagai negara di dunia.f-martunas/tanjungpinang pos

Ketika 70 Juta Teus Kontainer Lewati Selat Malaka

Selat Malaka disebut salah satu perairan tersibuk di dunia dan dekat dengan Kepri, khususnya Batam. Setahun, sekitar 80 ribu kapal pengangkut kontainer melewatinya.

BATAM – ADAPUN kontainer yang diangkut melewati Selat Malaka dari berbagai pelabuhan ke pelabuhan lainnya sekitar 70 juta TEUs dan Singapura sebagai kota jasa mengelolanya sekitar 30 juta TEUs.

Batam sebagai kota industri dan sudah memiliki pelabuhan barang ternyata selama ini hanya sedikit kecipratan dari banyaknya kapal yang hilir mudik di Selat Malaka. Pelabuhan Batuampar merupakan pelabuhan terbesar di Kepri. Ekspor impor barang didominasi pelabuhan. Satu tahun sekitar 500 ribu TEUs saja.

Untuk itu, Badan Pengusahaan (BP) Batam selaku pemilik pelabuhan tersebut berusaha mengembangkan dermaga pelabuhan agar makin banyak kapal yang singgah di sana. Untuk mordenisasi pelabuhan permintaan Gubernur Kepri tersebut juga disepakati oleh

Ketua BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan, dirinya sangat mendukung penuh pembangunan pelabuhan tersebut apalagi jika didanai APBN. ”Untuk Pelabuhan Batu Ampar akan kita tingkatkan kapasitasnya dari 400 ribu TEUs menjadi 1,5 juta TEUs,” kata Lukita.

Baca Juga :  Kuota Ekspor Bauksit 1,5 Juta Ton

Lukita sangat yakin, Batam bisa berkembang lebih maju lagi dan ekonomi juga akan tumbuh. Karena saat ini sudah beroperasi Mal Pelayanan Publik (MPP) di Batam. ”Mal Pelayanan Publik yang di dalamnya bisa mengurus 427 perizinan dan non perizinan dengan 30 instansi,” jelasnya.

Kepri, terutama Batam juga sudah menggenjot pembangunan infrastuktur yang tujuannya juga untuk investasi. Wakil Wali Kota Batam Amsakar Ahmad menyebutkan, sebanyak 40 persen anggaran pembangunan Pemko Batam diplot untuk infrastruktur. ”Tujuan kami seoptimal mungkin untuk melakukan pembenahan agar Batam bisa meningkatkan daya saingnya kembali,” ungkap Amsakar.

Kendati begitu, beberapa persoalan krusial yang berlangsung di Batam sampai saat ini belum terselesaikan dan sangat menghambat investasi di Batam. Diantaranya adalah masalah regulasi, kepastian perpindahan dari FTZ ke KEK

Gubernur H Nurdin Basirun juga meminta agar Pelabuhan Batuampar dimoderenisasi termasuk membangun Pelabuhan Tanjungsauh yang akan mengimbangi pelabuhan di Singapura.

Nurdin juga meminta semua pemangku kepentingan di Kepri agar terus berupaya menggairahkan kembali investasi di Kota Batam. Termasuk juga mendorong investasi yang berorientasi ekspor.

Baca Juga :  Tak Pakai Helm, Motor Tak Bisa Hidup

Ia mengatakan, apa yang dibahas bersama di Batam Jumat pekan lalu merupakan komitmen penting dan bagaimana mengimplementasikannya di lapangan. Gubernur juga meminta apa yang dibahas di Batam saat itu tidak sebatas pembicaraan saja. Kepri inilah sebenarnya poros maritim dunia ini.

Kepri ini berada di depan dan punya banyak pulau yang belum dikelola. Punya banyak potensi. Tapi tidak akan ada artinya jika tidak ada komitmen bersama untuk memajukannya.

Karena itu Nurdin selalu minta ketegasan pemerintah pusat untuk memberikan dan mengimplementasikan berbagai regulasi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kepri, terutama di Batam, Bintan dan Karimun serta Lingga.

Menurut Nurdin untuk menjadi poros maritim dunia, jawabannya ada di Kepri. Karena alur perdagangan dunia cukup pesat di kawasan ini. Nurdin menyampaikan di mata para investor asing Kepri masih menjadi primadona untuk menanamkan modal. Hanya saja belum teralisasi secara nyata karena terhambat regulasi. Tak heran kalau dalam banyak kesempatan Nurdin meminta dukungan regulasi dan infrastruktur dari Pemerintah Pusat.

Padahal sebelum ini, Kepri mempunyai pertumbuhan ekonomi yang tinggi melebihi 6 persen per tahun dan mempunyai peran yang besar dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Tapi pada tahun 2017 turun 2 persen.

Baca Juga :  Bintan Ajukan Rp 300 M ke Pusat

Soal komitmen Kepri untuk berbebenah, kata Nurdin tidak perlu diragukan. Sebagai Gubernur, dirinya terus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat. Bahkan setiap berjumpa dengan Presiden dan juga menteri, selalu mengajukan permintaan pembenahan infrastruktur dan fasilitas lainnya.

Terbaru, lanjutnya, adalah permintaan pada Menteri BUMN Rini Soemarno untuk segera memodernisasikan Pelabuhan Batu Ampar Batam dan Pelabuhan bongkar muat di Tanjungbalai Karimun, membangun Pelabuhan Peti Kemas di Tanjung Sauh, dan pembenahan Pelabuhan Sei Bintan Pura serta perluasan Bandara Hang Nadim.

Begitu juga dengan penyediaan instalasi air bersih dan ketersediaan transmisi listrik. Seluruhnya untuk peningkatan kapasitas sehingga semuanya menjadi semakin baik. Selat Malaka dilewati sekitar 80 ribu kapal dengan mengangkut kontainer 70 juta TEUs per tahun. Potensi besar itu juga ditangkap oleh Singapura yang menaikkan targetnya dari 30 juta TEUs menjadi 70 juta TEUs per tahun.(MARTUNAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here